Ditunjuknya Ryan Giggs menjadi manajer interim Manchester United menambah daftar panjang para pemain yang melanjutkan langkahnya sebagai manajer.
Giggs sendiri sudah mengantongi UEFA Pro License sejak awal tahun 2014. Sejak lama, Giggs memang sudah punya keinginan untuk melanjutkan karier sebagai pelatih suatu hari nanti.
Langkah pertamanya menjadi pelatih sudah dilakukannya musim ini. Sebagai salah satu sosok senior di dalam skuat, Giggs ditunjuk David Moyes menjadi pemain sekaligus pelatih tim utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini ada beberapa nama yang dikait-kaitkan dengan United, mulai dari Louis van Gaal, Diego Simeone, hingga Juergen Klopp. Namun, nama yang disebut terakhir sudah menyatakan komitmennya terhadap Borussia Dortmund, di mana dia masih terikat kontrak hingga 2018.
Merujuk pada pernyataan United, bahwa Giggs akan melatih sampai manajer baru ditunjuk --dan tidak memberitahu kapan manajer baru itu akan datang--, Giggs kini jadi punya kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya.
Ada empat laga menuju akhir musim dan Giggs punya tugas untuk mengantarkan United finis sebaik mungkin, dan kalau bisa membawa mereka ke kompetisi Liga Europa musim depan via posisi enam klasemen.
Saat ini MU mengantongi 57 poin dari 34 pertandingan. Tim di atas mereka adalah Totttenham Hotspur (63) dan Everton (69) yang telah bertanding 35 kali.
Dengan situasi ini, United setidaknya mengikuti jalur mayoritas klub-klub besar Eropa saat ini, di mana mereka ditangani oleh para mantan pemain.
Para penikmat sepakbola tentu tahu bahwa Pep Guardiola dan Antonio Conte, yang sudah sukses meraih berbagai gelar juara sebagai pelatih, dulunya juga seorang pemain.
Tren ini semakin sering terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Muncul pula Simeone yang cukup sukses menangani Atletico Madrid, lalu Clarence Seedorf di AC Milan, Vincenzo Montella di Fiorentina, dan Frank de Boer yang sukses membawa Ajax mendominasi Eredivisie dalam tiga musim terakhir.
Di Premier League ada Tim Sherwood yang mengambilalih tampuk jabatan dari Andre Villas-Boas. Sherwood terbilang oke mengangkat performa Tottenham Hotspur dan mengembalikan kepercayaan skuat setelah Villas-Boas berseteru dengan beberapa pemain senior.
Menarik untuk dinanti, apakah Giggs akan terus jadi manajer permanen atau hanya sebatas interim. Yang patut dicermati pula, tidak selamanya manajer yang dulunya bekas pemain sukses, seperti halnya Guardiola, Conte ataupun Simeone. Ada juga sederet yang gagal dan akhirnya dipecat, seperti Sami Hyypia di Bayer Leverkusen ataupun Roberto Di Matteo ketika menangani Chelsea dulu.
Nah, Giggs akan mengikuti jalur yang mana?
(roz/din)











































