Wayne Rooney dan Juan Mata sudah angkat bicara betapa menyenangkannya bermain di bawah arahan Ryan Giggs. Kendati permainan Manchester United tidak sepenuhnya "wah", Giggs setidaknya sudah memberikan mood bagus.
"Keputusan siapa manajer berikutnya bukan terserah kepada kami para pemain, tapi kami menikmati bermain di bawah arahannya," ucap Mata.
"Giggsy punya semua persyaratan untuk jadi manajer berikutnya, tapi itu semua tergantung para petinggi," ujar Rooney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giggs, yang merupakan legenda hidup 'Setan Merah', disambut dengan riuhnya Old Trafford ketika masuk ke dalam lapangan. Berbeda dari seperti yang selama ini terlihat, Giggs tampil dengan setelan rapi. Dia kemudian duduk di kursi manajer didampingi dua orang rekan yang sudah dia kenal sejak masih jadi pemain junior, Nicky Butt dan Paul Scholes.
Tak tampak luapan emosi darinya. Dia hanya turun ke pinggir lapangan sesekali untuk memberikan instruksi ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan arahannya. Selebihnya, dia duduk sembari berdiskusi dengan Butt dan Scholes.
Salah satu hal yang diingatkannya ketika jeda adalah tempo permainan. Giggs menyebut, United bermain terlalu lambat di babak pertama.
Hal tersebut kemudian dibenahi di babak kedua. Ditambah masuknya Mata, jadilah United mencetak tiga gol tambahan ke gawang Norwich.
Bagaimana Giggs menurunkan formasi 4-4-2 sejajar ala United sebenarnya bukan hal istimewa. Yang menarik, dia menurunkan pemain-pemain yang acap tampil tidak oke ketika ditangani Moyes. Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic dimainkan sebagai duet bek tengah, sementara Tom Cleverley didapuk sebagai gelandang menemani Michael Carrick.
Ferdinand dan Vidic tampil relatif bagus kalau melihat gawang United tidak kebobolan sama sekali. Sementara Cleverley, dicatat oleh Squawka, melepaskan 50 operan sukses dari 53 operan sebelum akhirnya digantikan oleh Javier Hernandez.
Menariknya lagi, meski bermain dengan formasi standar, United mampu menerapkan sepakbola menyerang dengan sangat halus. Sesuatu yang sebelumnya sempat hilang.
Perubahan lain terlihat dalam jumlah shots on target. Dalam catatan BBC, United punya 25 tembakan dengan 11 di antaranya tepat sasaran ke gawang Norwich. Jumlah tembakan tepat ke gawang tersebut merupakan yang tertinggi buat United sepanjang musim ini.
Dengan segala tanda positif di pertandingan pertamanya, Giggs pun ditunggu ujian berikutnya di tiga laga tersisa. Pria berusia 40 tahun tersebut enggan memikirkan apakah dirinya akan dikontrak jadi manajer permanen atau tidak. Dia mengaku hanya fokus pada laga berikutnya melawan Sunderland.
"Saya tidak memikirkan hal selain empat laga yang ditugaskan kepada saya. Pekerjaan saya berikutnya adalah menyiapkan para pemain untuk menghadapi Sunderland," kata Giggs.
(roz/nds)











































