Taktik bertahan yang digunakan Chelsea saat mengalahkan Liverpool mengundang kritik. Tapi Frank Lampard menepis kritik itu dan menilai tak ada salahnya dengan strategi bertahan.
Melawat ke Anfield tanpa John Terry dan Petr Cech, Minggu (27/4/2014) malam WIB, Chelsea tampil ekstra bertahan. The Blues bermain dengan garis pertahanan yang sangat dalam dan membuat tim tuan rumah frustrasi karena kesulitan untuk mencetak gol.
Menurut catatan Soccernet, penguasaan bola Chelsea hanya sebesar 27 persen. Mereka hanya melepaskan 11 tembakan dengan empat yang mengarah ke gawang--dan dua yang membuahkan gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Liverpool tak mampu mencetak gol hingga laga usai. Sebaliknya, Chelsea mampu mencuri dua gol masing-masing lewat Demba Ba yang memanfaatkan kesalahan Steven Gerrard dan Willian dari sebuah serangan balik.
Chelsea pun lantas dikritik karena hanya bermain bertahan. Namun Lampard melakukan pembelaan dan menyebut strategi itu dilakukan karena timnya ingin menang.
"Seperti itulah pertandingannya. Kami bermain untuk memenangi laga. Sebelumnya kami sudah pernah menjadi juara, kami tahu apa yang dipertaruhkan," sahut Lampard kepada Sky Sports News.
"Jika kami ingin memenangi pertandingan, itulah yang akan coba kami lakukan," lanjut gelandang internasional Inggris itu.
"Melawan Liverpool di kandang di pertemuan sebelumnya, kami fantastis dalam menyerang. Jika kami bisa melakukan itu, kami akan melakukannya. Anda harus punya dua sisi itu untuk memenangi liga," katanya.
Kemenangan Chelsea atas Liverpool membuka kembali persaingan menuju gelar juara Premier League. Chelsea yang duduk di peringkat dua dengan 78 poin kini hanya tertinggal dua angka dari Liverpool dengan dua pertandingan tersisa.
(nds/roz)










































