Berkat Intervensi PM Mesir, Salah Tak Harus Jalani Wajib Militer

Berkat Intervensi PM Mesir, Salah Tak Harus Jalani Wajib Militer

- Sepakbola
Senin, 21 Jul 2014 13:03 WIB
Berkat Intervensi PM Mesir, Salah Tak Harus Jalani Wajib Militer
Getty Images/Shaun Botterill
Kairo - Mohamed Salah boleh bernafas lega karena ia bisa melanjutkan karier sepakbola bersama Chelsea, setelah ia tak diharuskan menjalani wajib militer yang sempat "mengancam" masa depannya.

Diberitakan sebelumnya Salah terancam harus meninggalkan Chelsea, klub yang baru dibelanya awal tahun ini, karena masa-masa wajib militer yang diwajibkan oleh pemerintah Mesir bagi warganya yang berusia 19-30 tahun.

Sejak main di Eropa bersama FC Basel pada 2012 --saat usianya 20 tahun--dia terbebas dari kewajiban. Waktu itu pemain kelahiran El Gharbia 15 Juni 1992 tersebut terdaftar sebagai salah satu siswa institusi pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi rupanya izin tersebut dicabut sekarang seiring pembatalan Salah sebagai siswa oleh Menteri Pendidikan Tinggi Mesir.

Hal ini pula yang sudah bikin cemas Salah dan juga timnas Mesir yang tentu membutuhkan tenaga pemain 22 tahun itu. Persoalan ini pun sampai ke telinga Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mahlab.

Dilansir Daily Mail Mahlab kemudian memanggil pelatih timnas Shawky Gharib dan menteri pendidikan yang kemudian terjadi pembicaraan serius di antara ketiganya. Disebut wajib militer yang harus dijalani Salah akan merugikan timnas Mesir.

Setelah itu kemudian Mahlab mengumumkan bahwa Salah tak harus mengikut wajib militer dan dipersilakan melanjutkan karier sepakbolanya bersama Chelsea.

Saat ini Salah sedang mengikuti sesi pramusim bersama Chelsea di mana ia sudah bermain di dua laga melawan Wycombe Wanderers dan AFC Wimbledon. Di laga terakhir Salah mencetak satu dari tiga gol kemenangan The Blues.

(mrp/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads