Musim lalu berlangsung sedemikian buruk untuk Manchester United. Musim ini optimisme hadir lagi meski masih harus ditunggu apakah awan kelabu itu benar-benar akan sirna.
Posisi tujuh ditempati MU di papan klasemen akhir Premier League musim lalu. Ini merupakan posisi finis terburuk dari The Red Devils di ajang tersebut sejak 1990 lampau. Untuk kali pertama sejak 1981/1982--mengecualikan hukuman untuk klub-klub Eropa tampil di kancah Eropa akibat tragedi Heysel--MU pun harus rela absen dari kompetisi antarklub Eropa.
Di ajang-ajang lain, performa MU juga tak menuai sukses: tersingkir di babak ketiga Piala FA, kandas di semifinal Piala Liga Inggris, dan terhenti di perempatfinal Liga Champions. Tercatat hanya ajang Community Shield yang dapat dimenangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasa tak jauh-jauh dari kesuksesan di era Sir Alex, apa yang terjadi musim lalu tentu membuat kubu MU--termasuk para suporternya--seperti jatuh terhempas amat keras.
Maka ketika Louis van Gaal--manajer asal Belanda yang pernah menjuarai titel liga di Belanda, Spanyol, dan Jerman--ditunjuk sebagai manajer anyar untuk musim 2014-15, Old Trafford seperti sedang menyambut secercah harapan baru.
Kedatangan Van Gaal pun disambut gegap gempita MUTV, stasiun televisi in-house dari United, lewat sebuah video--yang oleh sejumlah pihak disayangkan karena dinilai terlalu mengolok-olok Moyes.
Video, yang akhirnya dicabut, itu dibuka dengan latar belakang gelap disertai suara gemuruh guntur bak sedang terjadi badai. Muncullah wajah David Moyes dengan tulisan "Chosen One" dan "menyusul sebuah musim berisikan ketidakpuasan". Usai terdengar suara-suara ketidakpuasan dari para suporter, tampak sosok-sosok pemain MU menyibak awan gelap di atas Old Trafford diikuti suara Ryan Giggs, mantan pemain yang kini menjadi salah satu asisten Van Gaal, "Teruslah mendukung kami dan masa-masa positif akan segera kembali."
Setelah itu gantian sosok Giggs dan Van Gaal yang ditampilkan di atas awan kelabu, disertai tulisan "Sang Master dan Muridnya". Awan kelabu di atas markas MU lantas juga disibak oleh tulisan "Mulai membangun sebuah dinasti".

"Pesannya jelas: Moyes meruntuhkan imperium ini, Van Gaal dan Giggs akan membangunnya ulang," nilai Daily Mail dalam artikel mengenai video tersebut.
Terlepas dari tepat atau tidaknya konten video tersebut sehubungan penilaian yang cenderung merendahkan Moyes, jelas bahwa harapan dan optimisme besar kini bersemayam di Old Trafford. Semuanya bertumpu pada sosok Van Gaal.
Asa itu bukan tanpa alasan, setidaknya jika menilik rekam jejak Van Gaal. Harapan bertambah tinggi setelah pria Belanda 63 tahun itu menuntun MU tak terkalahkan di pramusim sejauh ini (7-0 vs LA Galaxy, 3-2 vs AS Roma, 0-0 dan 5-3 lewat adu penalti vs Inter Milan, 3-1 vs Real Madrid, 3-1 vs Liverpool)--MU masih harus menghadapi Valencia pada 12 Agustus.
Kendatipun baru dilakukan di ajang pramusim, apa yang diperlihatkan MU-nya Van Gaal itu sudah lebih menjanjikan ketimbang MU-nya Moyes di pramusim tahun lalu, yang bahkan sempat kalah 0-1 dari Thai All-Star XI, 2-3 dari Yokohama Marinos, dan 1-3 dari Sevilla.
Pramusim MU Musim Ini dan Musim Lalu
| Van Gaal | Moyes |
| Β W 7-0 - LA Galaxy | Β L 1-0 - Thai All-Star XI |
| Β W 3-2 - AS Roma | Β W 5-1 - A-League All Stars |
| Β W 0-0 (5-3 pens) - Inter | Β L 3-2 - Yokohama F. Marinos |
| Β W 3-1 - Real Madrid | Β D 2-2 - Cerezo Osaka |
| Β W 3-1 - Liverpool | Β W 5-2 - Kitchee |
| ? ?-? - Valencia | Β D 1-1 - AIK |
| Β | Β L 3-1 - Sevilla |
"Dalam tujuh pertandingan awal Moyes, tim MU-nya mencetak 2,28 gol per pertandingan dan kebobolan 1,85 gol setiap 90 menit. Di bawah penggantinya, United sudah mencetak 3,2 gol per pertandingan dan cuma kebobolan 0,8," catat Manchester Evening News.
Kini tentu saja yang harus dinantikan apakah asa, optimisme, dan hasil-hasil bagus di pramusim tersebut benar-benar dapat dilanjutkan Van Gaal dan skuatnya ketika musim benar-benar bergulir di akhir pekan. Old Trafford akan menjadi titik awal buat Van Gaal saat MU menjamu Swansea.











































