Musim Pembuktian 'Si Merah'

Jelan Premier League 2014/2015

Musim Pembuktian 'Si Merah'

- Sepakbola
Senin, 11 Agu 2014 12:37 WIB
Musim Pembuktian Si Merah
Getty Images/Clint Hughes
Jakarta -

Musim lalu Liverpool bak band yang sedang naik daun dengan hits yang diputar di mana-mana. Musim 2014/2015 bak jadi pembuktian 'Si Merah' bahwa mereka bukan hanya sensasi dalam semusim.

Tak banyak difavoritkan untuk bisa bersaing di jalur juara atau sekedar finis empat besar, Liverpool memutarbalikkan prediksi tersebut dengan penuh gaya.

Lewat permainan cantik nan aktraktif, Liverpool disulap Brendan Rodgers jadi klub favorit banyak orang -- Kecuali tentu fans-fans Manchester United --. Apa yang diperlihatkan sepanjang musim selalu dibicarakan di mana-mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Coba saja lihat bagaimana Rodgers meramu tim dengan materi yang boleh dibilang pas-pasan, tak seperti Manchester City, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur yang berbelanja besar musim itu, menjadi penantang gelar juara.

Jika saja tak terpeleset di pekan-pekan akhir, mungkin saja Steven Gerrard dkk. lah yang akan mengangkat trofi Premier League sebelum akhirnya finis di posisi kedua dengan selisih dua angka di belakang City.

Tak cuma itu, Liverpool yang dimotori Luis Suarez dan Daniel Sturridge di lini depan jadi tim terproduktif kedua di liga dengan 101 gol dari 38 laga, dengan Suarez jadi topskorer lewat sumbangan 31 gol dalam 33 laga.

Rodgers pun berhasil membuat Liverpool jadi tim yang fleksibel memainkan berbagai formasi mulai dari 4-3-3 yang merupakan kesukaannya hingga 4-4-2 diamond demi mengakomodir peran baru Gerrard sebagai deep lying playmaker.

Tapi itu musim lalu dan segalanya akan berjalan berbeda di musim yang baru bagi Liverpool. Terlebih tak ada lagi sosok orang Uruguay bernomor punggung 7 di tim asal pelabuhan itu.

Ya, separuh nyawa sekaligus tukang gedor Liverpool bernama Suarez sudah jadi milik orang lain alias Barcelona, setelah klub memutuskan melepasnya dengan banderol mahal dan melewati saga transfer yang berliku-liku sejak setahun terakhir ini.

Punya dana transfer besar dan mendapat wewenang penuh dari owner klub untuk proses jual-beli, Rodgers pun memaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Enam pemain didatangkan dengan total belanja mencapai hampir 90 juta poundsterling dan masih jadi yang terbesar di antara tim-tim Premier League lainnya.

Nama-nama seperti Rickie Lambert, Adam Lallana, Emre Can, Lazar Markovic, Divock Origi, Dejan Lovren, dan Javier Manquillo disebut-sebut memang pilihan Rodgers dan bukan atas kemauan Komite Transfer yang selama ini dinilai menganggu kerja manajer dalam pembelian pemain.

Memang sederet pemain itu belum tentu atau bahkan tidak bisa menggantikan peran Suarez sebagai front man Liverpool dalam beberapa musim terakhir ini. Namun Rodgers setidaknya bisa punya variasi taktik dan pemain ketika strateginya buntu.

Dengan peluang masih adanya 1-2 pemain baru, yang salah satunya berstatus bintang, yang akan datang ke Anfield, patut disimak bagaimana 'wajah baru' Liverpool nanti.

Akhir pekan ini ada Southampton yang menunggu di laga pembuka Premier League. Siap atau tidaknya Liverpool menyambut musim baru bisa dilihat sedikit banyak di laga tersebut. Bermodal performa yang terbilang oke selama pramusim - lima kemenangan dan tiga kekalahan --, The Reds patus optimistis menyambut musim baru.

Namun Liverpool juga harus ingat bahwa kutukan 'One Hit Wonder' pernah mendatangi mereka di musim 2009/2010 dengan kasus yang nyaris sama seperti ini.

Rafael Benitez yang di musim sebelumnya sudah menemukan pakem permainan dan berhasil membawa Liverpool finis posisi dua, harus kehilangan salah satu pemain kuncinya yakni Xabi Alonso.

Liverpool limbung sepanjang musim itu setelah mengawali musim dengan kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur, dan akhirnya finis posisi tujuh yang berujung pemecatan Benitez di akhir musim.

Tentunya Rodgers tak ingin mengulangi kesalahan pendahulunya itu. Ia boleh jadi sudah punya cara-cara untuk tetap mempertahankan eksistensi Liverpool lagi di papan atas dan tak sekadar jadi sensasi semusim saja.


Hasil-hasil Laga Pramusim Liverpool

Brondby 2-1 Liverpool
Preston North End 1-2 Liverpool
Liverpool 0-1 Roma
Liverpool 4-0 Borussia Dortmund

International Champions Cup

Liverpool 1-0 Olympiakos
Manchester City 2-2 Liverpool (menang adu penalti 3-1)
Liverpool 2-0 AC Milan
Manchester United 3-1 Liverpool

-----
Transfer Masuk (Klub asal - nilai transfer)

Rickie Lambert (Southampton - 4 juta pound)
Adam Lallana (Southampton - 25 juta pound)
Emre Can (Bayer Leverkusen - 9,75 juta pound)
Lazar Markovic (Benfica - 20 juta pound)
Dejan Lovren (Southampton - 20 juta pound)
Divock Origi (Lille - 10 juta pound)
Javier Manquillo (Atletico Madrid - pinjam)

Transfer Keluar (Klub baru - nilai transfer)

Luis Suarez (Barcelona - 75 juta pound)
Conor Coady (Huddlersfield Town - 500 ribu pound)
Pepe Reina (Bayern Munich - 2 juta pound)
Luis Alberto (Malaga - pinjaman)
Iago Aspas (Sevilla - pinjaman)
Andre Wisdow (WBA - pinjaman)
Divock Origi (Lille - pinjaman)
Brad Smith (Swindon Town - pinjaman)

(mrp/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads