Mourinho yang Lebih Oke di Musim-musim Keduanya

Mourinho yang Lebih Oke di Musim-musim Keduanya

- Sepakbola
Senin, 11 Agu 2014 14:27 WIB
Mourinho yang Lebih Oke di Musim-musim Keduanya
VI Images via Getty Images
Jakarta -

Jose Mourinho nyaris tak pernah gagal menyumbangkan titel bersama tim besutannya di musim pertama. Malah, tradisinya, manajer Postugal itu bisa membuat tim lebih kinclong lagi di musim kedua.

Dengan label The Special One melekat di pundak, Mourinho menjadi satu-satunya manajer yang meraih titel juara dari empat liga berbeda. Mourinho berhasil membuat Porto, Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid dominan di liga masing-masing.

Jika disimak, tangan dinginnya lebih manjur lagi di musim kedua. Sebagai gambaran pada musim pertama bersama Porto, Mourinho membuat tim itu menjadi juara Liga Premeira 2002/2003. Juga menjadi juara Liga Europa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di musim kedua, sukses lebih besar didapatkan. Tim yang bermarkas di Estadio do Dragao itu sukses mempertahankan gelar juara liga dan hebatnya berhasil menjadi jawara Liga Champions.

Torehan serupa terulang di Inter Milan. Mourinho berhasil membuat Inter menggondol titel Liga Champions di musim kedua. Tradisi lebih oke di musim kedua tak luntur setelah menangani Real Madrid. Memang, Mourinho tak membuat El Real jadi juara Liga Champions tapi dia sukses menjungkirbalikkan kemapanan Barcelona bersama Pep Guardiola dengan menjadi juara La Liga Primera musim 2011/2012.

"Musim depan akan lebih baik," kata Mourinho yang dikutip Independent. Kalimat itupun seolah menjadi mantra sakti Jose Mourinho.

Tapi, perkecualian justru terjadi di Chelsea. Pada kompetisi musim 2005-2006, Mourinho 'hanya' mampu mengulang torehan musim pertama: menjadi juara Prmier League. Tak ada trofi ekstra yang disabet pada musim tersebut.

Namun, sebuah ulangan itu tak membuat Mourinho merasa sama saja atau lebih buruk. Mou tetap mengklaim musim keduanya bersama The Blues.

"Di musim kedua, kami membunuh siapapun sejak hari pertama," kilah Mourinho kala itu.

Mou menyebut hasil lebih oke di musim kedua tak lepas dari catatan rapi yang dimilikinya sepanjang musim lalu. Dia hanya butuh menganalisa kelebihan dan kekurangan tim dan lawan.

"Setelah satu musim, kami bisa menganalisa hasilnya dengan hati-hati, menganalisa hasil sepanjang 12 bulan dengan 60 pertandingan," kata Mourinho.

Mantan anak buahnya, Ricardo Carvalho, juga memberikan apresiasi atas torehan ekstra yang dicapai musim kedua pria yang pernah menjadi staf pelatih Barcelona itu.

"Bersama dia kamu akan belajar setiap hari. Musim keduanya lebih oke daripada yang pertama karena pemain sudah saling mengenal satu sama lain," ucap Carvalho yang pernah jadi bek di Porto, Chelsea dan Real Madrid itu.

Pekerjaan Mourinho belum selesai. Dalam periode keduanya di Chelsea, dia ditunggu tantangan lebih besar. Pertama, Mourinho hanya bisa membuat Chelsea menutup Premier League di urutan ketiga. Kedua, baik Chelsea dan Mourinho, terlalu lama paceklik gelar. The Blues sudah lima musim terakhir nirgelar di Premier League sedangkan Mourinho dua musim belakangan ini tak menghasilkan gelar kompetisi domestik.

Gelar juara Mourinho di musim pertama dan kedua:

Β Musim PertamaΒ Musim KeduaΒ 
Porto (2002-2004)Liga PrimeiraLiga Primeira
Β Piala PortugalLiga Champions
Β Liga EuropaΒ 
Chelsea (2004-2007)Β Premier LeaguePremier League
Β Piala LigaΒ 
Inter Milan (2008-2010)Serie ASerie A
Β Β Copa Italia
Β Β Liga Champions
Real Madrid (2010-2013)Piala RajaLa Liga Primera
Β Β Piala Super Spanyol
Chelsea (2013-....)Β Peringkat III
(fem/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads