Kebijakan transfer klub-klub top Premier League selalu digerakkan oleh berbagai motif. Ada yang ingin menambal area tertentu, ada pula yang ingin menambah kuat skuatnya.
Mari memulai dari sang juara bertahan, Manchester City. Sebagai sebuah skuat, The Citizens dinilai sudah punya tim yang cukup solid di setiap lini. Kesolidan inilah yang kemudian jadi salah satu faktor kesuksesan mereka musim kemarin.
Namun, pertanyaannya, cukupkah sekadar tim yang solid mengarungi satu musim lagi untuk mempertahankan gelar? Patut diingat setelah gagal meraih gelar musim kemarin, rival-rival City juga berbenah dan memperkuat skuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan Manuel Pellegrini menyebut, timnya masih membutuhkan seorang bek tengah bagus. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika mereka mengincar bek FC Porto, Eliaquim Mangala.
Jika City adem-ayem saja, patut diketahui bahwa mereka bisa berada dalam bahaya. Ingat bagaimana Manchester United musim kemarin, di mana mereka gagal menambal masalah di lini tengah dan belakang? Hasilnya, 'Setan Merah' pun gagal mempertahankan gelar.
City juga pernah mengalami hal yang sama usai menjuarai Premier League pada 2012. Manajer City ketika itu, Roberto Mancini, mencak-mencak karena dia gagal mendapatkan pemain yang diinginkan.
Kedatangan Jack Rodwell, Scott Sinclair, Javi Garcia, dan Maicon dianggap tidak cukup untuk memperkuat tim. Alhasil, City gagal jadi juara pada 2013 dan kini Rodwell dan Maicon sudah berganti klub, sementara Sinclair dan Javi kesulitan untuk menembus tim inti.
Liverpool dan Seabrek Pemain Baru
Menarik juga melihat Liverpool dan pergerakan mereka di bursa transfer musim panas ini. Kepergian Luis Suarez ditanggapi The Reds dengan membeli sejumlah besar pemain baru. Adam Lallana, Rickie Lambert, Dejan Lovren, hingga Emre Can dan Lazar Markovic masuk ke dalam skuat musim ini.
Dengan tambahan kewajiban untuk berlaga di Liga Champions, Liverpool memang membutuhkan --tidak hanya sekadar skuat yang lebih gemuk dan komplet-- opsi untuk memainkan strategi berbeda, manakala satu strategi yang dipakai mandek.
Kedatangan Lovren patut dipuji karena salah satu masalah Liverpool musim kemarin adalah barisan pertahanan. Tim asal kota pelabuhan itu kebobolan 50 gol musim kemarin, jumlah terbanyak di antara tim-tim yang finis di empat besar klasemen.
Sementara Can bisa memberikan opsi di lini tengah ataupun sisi kiri pertahanan. Can juga bisa bermain sebagai bek kiri, bek tengah, dan gelandang bertahan.
Dalam catatan WhoScored, Can piawai dalam melakukan dribble, memenangi duel di udara, dan melakukan tekel. Dia juga cukup piawai melepaskan operan jauh dan crossing.
Mengingat kemampuannya dalam melakukan dribble dan melepas umpan jauh, Can cocok jika Liverpool ingin memainkan strategi serangan balik.
Chelsea Menambal Masalah
Kedatangan Diego Costa, Cesc Fabregas, dan Filipe Luis dianggap sebagai langkah yang tepat untuk Chelsea. Mengingat Jose Mourinho kerap mengeluhkan soal penyerang musim kemarin, kedatangan Costa seharusnya bisa menyelesaikan masalah.
Jika sedang fit, Costa adalah predator berbahaya. Dalam 94 laga bersama Atletico Madrid di La Liga, Costa sukses mencetak 43 gol.
Duet Fabregas dengan Nemanja Matic di lini tengah juga bisa jadi jaminan mutu. Kepergian Frank Lampard yang usianya telah menginjak angka 36 tergantikan dengan sosok yang dinilai masih berada dalam masa emasnya.
Jose Mourinho tidak perlu khawatir karena lini tengahnya punya banyak pilihan. Selain Fabregas dan Matic, Chelsea juga masih memiliki John Obi Mikel dan juga Ramires.
Kehadiran Filipe Luis sebagai bek kiri juga dianggap menambal masalah. Musim kemarin, Chelsea amat mengandalkan Cesar Azpilicueta di pos tersebut tanpa ada pelapis yang sepadang. Dengan adanya Luis, Chelsea pun bisa melepas Ashley Cole dan bisa memainkan Azpilicueta di sisi kanan.
Statemen Besar Arsenal
Setelah kerap disebut sebagai tim yang hobi menjual pemain bintang ke rival domestik, musim ini Arsenal berani mengambil sikap. Ketika datang tawaran dari Manchester United untuk Thomas Vermaelen, mereka berani menolaknya. Dengan tegas, Arsene Wenger mengatakan bahwa mereka lebih memilih menjual Vermaelen ke klub luar Inggris --ke Barcelona.
Dengan utang membangun stadion yang hampir terlunasi, Arsenal jadi leluasa untuk bergerak di bursa transfer. Mereka bisa mendatangkan dua pembelian bagus dalam dua musim terakhir. Setelah Mesut Oezil pada musim kemarin, Arsenal mendatangkan Alexis Sanchez musim ini dan disebut belum akan berhenti di bursa transfer.
Usai mengakhiri paceklik gelar selama bertahun-tahun --dengan menjuarai Piala FA musim kemarin--, Wenger merasa Arsenal berada dalam posisi yang cukup kuat. Keuangan mereka kini juga jadi lebih kuat dari sebelumnya setelah utang untuk membangun stadion pelan-pelan terlunasi.
"Kami jelas berada dalam posisi lebih kuat sekarang," ujar Wenger seperti dilansir Telegraph.
"Dalam dua musim terakhir, kami sudah membeli Mesut Oezil dan Alexis Sanchez. Lima tahun lalu, kami mungkin akan kehilangan (pemain seperti) Oezil dan Sanchez," tegas Wenger.
Manchester United Masih Ragu-ragu
Kedatangan Louis van Gaal sebagai manajer baru di satu sisi memberikan angin segar untuk Manchester United. Sebagai tim yang permainannya dinilai sudah usang dalam beberapa musim terakhir, kedatangan Van Gaal bisa mempermak gaya main mereka.
Van Gaal kemudian menunjukkan bagaimana dia begitu kukuh pada filosofinya. Penggunaan video pada saat latihan memantau pergerakan posisi pemain. Ini dimaksudkan agar pemain-pemain United dibiasakan untuk tidak out of position pada saat laga. Bek United, Jonny Evans, mengaku dia kerap berdiri sedikit lebih jauh dari posisi yang seharusnya.
Hanya saja, dengan demikian United jadi kembali ke masa pembelajaran. Sebagai manajer yang amat percaya pada proses, Van Gaal enggan buru-buru membeli pemain baru. Dia memilih untuk mengenal skuat yang dimilikinya saat ini lebih dulu sebelum menilai apa kelebihan dan kekurangan mereka. Apakah mereka akan masuk dalam skemanya atau tidak.
Alhasil, baru dua pemain yang dibeli United, yakni Ander Herrera dan Luke Shaw. Keduanya mendapatkan persetujuan Van Gaal ketika dibeli karena dinilai masuk dalam skemanya.
Dengan perginya Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, dan Patrice Evra, United dinilai masih membutuhkan seorang bek tengah lagi dan seorang bek kiri yang bisa dimainkan sebagai wingback. Juga, satu orang lagi sebagai gelandang tengah.
Namun, sejauh ini masih belum ada pemain tambahan yang didatangkan.
(roz/krs)











































