Apa yang dikatakan Jonny Evans setelah gol pertama MK Dons menjelaskan semuanya: Manchester United kerap bikin diri mereka susah sendiri.
Evans adalah orang yang paling bertanggung jawab atas terciptanya gol tersebut. Ketika timnya sedang menguasai bola, dia malah salah memberikan operan dan akhirnya berujung pada bobolnya gawang yang dikawal David De Gea.
Padahal, sebelum gol pertama tersebut, United cukup nyaman menguasai pertandingan, kendati sulit untuk menciptakan attempts on target. Serajin apa pun Danny Welbeck dan Javier Hernandez turun untuk mencari bola dan menciptakan ruang, ketika sudah sampai boks MK Dons, mereka tetap saja sulit melepas tembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan Evans menjelaskan apa yang salah dari United dalam tiga pertandingan terakhir --dua pertandingan di Premier League dan terakhir dinihari tadi menghadapi MK Dons di Piala Liga Inggris: terlalu banyak pemain tampil di bawah form. Hingga, semodern apa pun taktik yang diberikan, hal tersebut seakan-akan tidak ada gunanya.
Dalam situasi di mana Louis van Gaal tengah berusaha membangun sebuah tim baru dan menerapkan filosofi baru, dan pemain belum sepenuhnya memahami filosofi itu, tampil di bawah form membuat semuanya lebih buruk.
"Saya harus melakukannya. Karena saya ada di sini untuk membangun sebuah tim baru dan sebuah tim baru tidak bisa dibangun dalam satu bulan," ujar Van Gaal di Telegraph, menyiratkan dirinya tidak akan mengubah gaya main hanya karena kalah dari tim Divisi Tiga.
Setelah memenangi seluruh pertandingan di pramusim --dengan salah satunya lewat adu penalti--, United kini melalui tiga laga tanpa pernah menang --dua kali kalah, satu kali imbang. Mereka baru mencetak 2 gol pada tiga laga itu dan kebobolan 7 gol.
Setelah kalah dari Swansea City di pertandingan pertama Premier League, Van Gaal menyebut bahwa terlalu banyak ruang di depan lini pertahanan timnya. Oleh karenanya, tak peduli siapa pun lawan United --entah itu tim kecil atau besar--, mereka pasti punya kesempatan banyak gol.
Kritik pun mulai ditujukan kepada para pemain. Evans dinilai sudah tampil buruk sejak menghadapi Liverpool di pramusim. Ditambah dengan cedera yang membekapnya, posnya di sisi kiri dalam formasi tiga bek sejajar pun diserahkan kepada Tyler Blackett. Blackett sendiri dinilai tampil oke dan punya ketenangan bagus oleh Van Gaal.
Anderson pun dinilai tampil seadanya. Sedangkan Welbeck dan Hernandez disebut kalah tajam dengan pemain muda semodel James Wilson, yang baru masuk di 30 menit terakhir tapi mampu melepaskan attempts lebih banyak dari Welbeck dan Hernandez.
Wilson punya 3 attempts pada laga itu dengan tiga-tiganya tepat sasaran. Sementara Hernandez punya 2 attempts dan Welbeck punya 1 attempts --tidak ada satu pun attempts keduanya yang tepat sasaran.
Ini masih ditambah dengan gelandang-gelandang seperti Darren Fletcher dan Tom Cleverley yang dinilai tampil kurang maksimal dalam dua laga terakhir di Premier League.
Menariknya, kendati banyak kabar beredar bahwa Van Gaal akan menjual banyak pemain lama, faktanya hanya Nani yang hengkang dari Old Trafford --dan itu pun hanya dengan status pinjam.
"Saya tidak bisa begitu saja datang dan mulai memecat pemain. Saya pikir, saya harus memberikan mereka kesempatan yang sama adilnya," kata Van Gaal beberapa waktu lalu.
Tak pelak, dengan Van Gaal bersikukuh pada filosofi dan prosesnya, waktu setahun ke depan akan jadi ujian untuk para pemain 'Setan Merah'. Siapa yang cocok dengan filosofinya, siapa yang tidak.
(roz/din)











































