Borini sebenarnya diminati oleh Sunderland dan Queens Park Rangers di bursa transfer musim panas ini. Tapi, karena beragam alasan, termasuk soal gaji, penyerang berusia 23 tahun itu tak jadi pindah ke salah satu dari klub-klub tersebut.
Dengan tetap bertahan di Liverpool, Borini harus rela menghabiskan banyak waktu di bangku cadangan. Sejauh ini manajer Brendan Rodgers lebih memprioritaskan Daniel Sturridge, Mario Balotelli, dan Rickie Lambert di lini depan. Borini sendiri tak sekali pun masuk line-up Liverpool pada tiga laga pertama Premier League.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bursa transfer seperti badai. Sekarang itu sudah berlalu, saya tak punya masalah apa-apa lagi. Harapan saya adalah bermain di klub top dan Liverpool merupakan klub top," ujar Borini di Football Italia.
"Saya masuk skuat Liverpool untuk Liga Champions. Saya berada di tim besar yang berusaha untuk memenangi setiap kompetisi dan itulah yang saya inginkan," lanjutnya.
"Bertahan di Liverpool adalah tujuan. Kalau saya bertahan di sini, itu karena saya pikir saya bisa main. Saya di sini bukan karena haus nama besar. Saya tak seperti itu. Kalau saya bertahan, itu karena saya pikir saya bisa bersaing," kata mantan pemain AS Roma ini.
"Tentu saja di sini ada pemain-pemain bagus. Tapi, kalau Anda ingin memenangi setiap kompetisi Anda tak bisa melakukannya dengan pemain-pemain jelek," ujar Borini.
"Oleh karena itu, kami semua berada di perahu yang sama dan mendayung ke arah yang sama. Saya ingin meningkatkan kemampuan setiap harinya," kata dia.
(mfi/din)











































