Football League (otoritas sepakbola untuk Divisi Championship, Divisi Satu dan Divisi Dua), sudah mengonfirmasi akan mengirim QPR ke Divisi Conference jika mereka menolak denda besar yang terjadi terkait dilanggarnya aturan financial fair play. Sebagai catatan, Divisi Konferece merupakan kasta kelima dalam tingkatan kompetisi liga di Inggris.
QPR diyakini akan dijatuhi denda sebesar 40 juta poundsterling saat mereka mengumumkan laporan keuangannya pada Desember 2014 mendatang dan akan kesulitan untuk membayarnya. Laporan keuangan tersebut adalah untuk musim 2013/2014, yang mereka jalani di Divisi Champioship.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harap sebelumnya sudah ada resolusi saat opsi itu mulai muncul. Kami puas masih bisa memiliki wewenang di bawah regulasi kami untuk mendakwa mereka (QPR) pelanggaran aturan saat masih menjadi anggota kami," ungkap Presiden Football League, Shaun Harvey.
Berdasar aturan Football League yang mulai berlaku sejak 2012 lalu, klub-klub Championship hanya diperkenankan mendeita kerugian sampai 8 juta poundsterling. Klub yang lolos ke Premier League namun kedapatan melanggar aturan itu tetap akan kena sanksi denda.
Jika kerugian mencapai lebih dari 10 juta poundsterling, maka denda maksimalnya adalah 6,681 juta poundsterling. Sementara jika melewati angka 18 juta poundsterling maka dendanya akan dikenakan jumlah kerugian per pound. Andai total kerugian sampai 30 juta poundsterling maka dendanya mencapai 19 juta poundsterling, sedangkan saat kerugian 50 juta poundsterling maka dendanya mencapai mendekati 39 juta poundsterling.
Bos QPR Tony Fernandes sudah menyatakan akan menentang semua keharusan membayar denda yang dijatuhkan Football League.
(din/mfi)











































