Sepanjang kariernya, Arsene Wenger boleh jadi gagal mendatangkan sejumlah pemain incaran. Namun, yang paling disesalinya adalah ketika dia gagal mendapatkan Cristiano Ronaldo.
Ronaldo sudah jadi incaran beberapa klub top Eropa ketika dia masih berusia 18 tahun dan memperkuat Sporting Lisbon. Arsenal adalah salah satu klub yang memantaunya dengan baik.
Kita kemudian tahu bahwa Ronaldo akhirnya digaet Manchester United pada tahun 2003 setelah Sporting mendapatkan 12 juta poundsterling sebagai mahar. Ketika itu, usai berujicoba melawan Sporting, para pemain senior United yang terkesima melihat kemampuan Ronaldo muda langsung meminta Sir Alex Ferguson untuk membelinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyesalan terbesar saya: Saya amat sangat dekat untuk menggaet Cristiano Ronaldo," ujarnya seperti dilansir Sky Sports.
"Tidak hanya gagal mendapatkannya, dia juga akhirnya pindah ke Manchester United. Tentu saja, itu masih terasa sakit sampai saat ini."
Wenger juga mengaku pernah mengincar Didier Drogba ketika penyerang asal Pantai Gading itu masih bermain untuk Le Mans. Drogba kemudian pindah ke Guingamp pada 2002, lalu ke Olympique Marseille pada 2003 --di mana namanya mulai mencuat--, dan akhirnya bergabung dengan Chelsea pada 2004.
"Saya amat mengidamkan menangani Didier Drogba untuk dua alasan."
"Pertama, saya gagal mendapatkannya ketika dia bermain untuk Le Mans di Prancis, ketika itu dia bahkan tak bermain di liga teratas. Saya tahu dia adalah pemain bagus dan saya gagal mendapatkannya."
"Kedua, karena dia seringkali melukai kami di laga-laga penting. Jika saya berhasil, semua luka ini tidak akan pernah saya rasakan," kata Wenger.
(roz/roz)











































