Menjamu Bolton di Stamford Bridge, Kamis (25/9/2014) dinihari WIB, Chelsea yang menurunkan banyak pemain pelapisnya tampil sangat dominan. Mereka unggul penguasaan bola hingga 65:35 dan membuat 30 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Bolton yang bermain defensif cuma membalas lewat empat tembakan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Chelsea sempat unggul lewat gol Kurt Zouma pada menit ke-25. Namun, cuma berselang enam menit, Bolton mampu menyamakan skor setelah sundulan Matthew Mills tak mampu dihentikan Petr Cech.
Tendangan mendatar Oscar pada menit ke-55 membawa Chelsea unggul lagi. Bolton yang tak menyerah berusaha menyamakan kedudukan di sisa waktu. Mereka mengandalkan situasi tendangan bebas dan sepak pojok untuk mengancam gawang Cech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat senang dengan performa tim malam ini," ujar asisten manajer Chelsea, Steve Holland, di Sky Sports.
"Tidak menyenangkan kalau harus menjalani extra time. Kami tak mendapatkan cedera baru, kami lolos ke babak berikutnya," tambah Holland.
Terkait ancaman Bolton dari bola-bola mati, Holland menyatakan bahwa timnya melakukan antisipasi lewat pergantian pemain pada babak kedua, yaitu dengan memasukkan Didier Drogba dan Nemanja Matic yang punya keunggulan dalam duel udara.
"Saya rasa mungkin itulah satu-satunya hal yang membuat mereka terlihat berbahaya, lewat bola mati. Itu menjadi kekhawatiran kami malam ini, bola mati, yang merupakan alasan pergantian pemain, untuk mengurangi risiko kebobolan pada menit akhir dari sepak pojok yang bisa membawa pertandingan ke extra time," bebernya.
"Kalau itu terjadi, itu akan sangat tidak adil untuk tim kami. Mereka tak harus bermain hingga extra time," kata Holland.
(mfi/mrp)











































