Pertahanan Manchester United disorot tajam setelah dipermalukan Leicester City 3-5 pada akhir pekan lalu. Manajer MU Louis van Gaal menilai hasil tersebut terlalu dibesar-besarkan.
Di laga itu, MU mengawali laga dengan oke, dengan unggul 3-1 hingga awal babak kedua. Tapi setelah itu, 'Setan Merah' memperlihatkan kecerobohan dalam bertahan -- termasuk dikartu merahnya Tyler Blackett -- sehingga lahir empat gol tambahan Leicester.
Kekalahan itu memperburuk laju MU di awal musim ini. Baru sekali kemenangan (4-0 melawan QPR) dibukukan dari lima pertandingan liga pertamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, tidak ada kepanikan," ujar Van Gaal di Daily Mail. "Ini tentang mengatasi hal itu saja. Kebobolan lima gol bukan sesuatu yang biasa ketika Anda melihat angka-angka kami di Premier League. Kecuali laga ini, kami bertahan dengan baik kok. Rata-rata kebobolan kami kurang dari satu gol per pertandingan dan kami sudah mencetak banyak gol."
"Saya pikir kami sudah mencetak lima atau enam gol, saya kurang tahu. Saya melihat kesulitannya kurang lebih seperti yang dilihat jurnalis. Saya cuma bilang bahwa Anda melihat cara lainnya. Mungkin Anda bisa mendengar dengan lebih cermat lagi."
"Ketika Anda unggul 3-1 setelah 60 menit maka Anda mestinya menang. Tapi karena kami kalah kami sekarang ada di sini dan Anda berbicara seperti itu dan menanyakan saya hal itu," sembur Van Gaal.
"Jika kami memenangi pertandingan itu, maka Anda tidak akan membuat kejadian tersebut terdengar seperti hal yang biasa terjadi. Kami akan mengatasinya dan musim kompetisi bukan cuma sehari," lugas dia.
Tantangan besar lain dihadapi Van Gaal dan MU-nya di akhir pekan ini. Menghadapi West Ham United, MU kehilangan sembilan pemain karena dibekap cedera.
(rin/krs)










































