Mertesacker Akui Motivasinya Menurun Setelah Piala Dunia

Mertesacker Akui Motivasinya Menurun Setelah Piala Dunia

- Sepakbola
Jumat, 24 Okt 2014 00:52 WIB
Mertesacker Akui Motivasinya Menurun Setelah Piala Dunia
Getty Images Sport/Dean Mouhtaropoulos
London - Bek Arsenal Per Mertesacker mengakui dirinya belum berada dalam level permainan terbaik. Bukan karena masalah teknis, melainkan karena pemain internasional Jerman itu kehilangan motivasi.

Perjalanan panjang musim lalu dengan adanya Piala Dunia, plus gelar juara yang diraih bersama tim nasional Jerman, membuat Mertesacker mengakui motivasi bermainnya menurun di musim ini. Jeda yang terlalu pendek antara turnamen empat tahunan di Brasil tersebut dengan musim start 2014-2015 jadi turut memberikan dampak terhadap mental bermain.

Mertesacker sendiri sejatinya tak tampil terlalu buruk di Premier League musim ini, di mana dia sudah tampil tujuh kali dari delapan laga. Squawka mencatat dia rata-rata tiap laga memenangi 63% duel udara, melakukan tujuh aksi bertahan, punya akurasi umpan 94%, dan belum melakukan kesalahan defensif. Nilai performanya pun tertinggi di antara bek-bek Arsenal, dengan angka 217 dibanding 197 milik Laurent Koscielny di urutan kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi dua penampilan terakhirnya kala Arsenal berimbang 2-2 dengan Hull City dan menang 2-1 atas Anderlecht di Liga Champions cukup mendapatkan sorotan. Bek 30 tahun itu dianggap lalai sehingga berakibat gol kedua Hull yang dicetak Abel Hernandez dan gol Andy Najar yang membuat Arsenal sempat tertinggal dari Anderlecht.

"Secara pribadi saat ini sulit karena musim lalu benar-benar merupakan musim yang panjang dan untuk bangkit dari Piala Dunia serta mendapatkan kembali motivasi," kata Mertesacker dikutip Sky Sports.

"Saya hampir mendapatkannya kembali, tapi Anda bisa merasakan ada sesuatu yang hilang pada saat ini. Dengan laga-laga itu, keyakinan dan mentalitasnya sudah ada, tapi motivasi akan kembali," lanjutnya.

"Kami bahkan tidak punya waktu untuk merayakan kemenangan Piala Dunia dengan layak, itu yang pertama. Tapi Anda menyadarinya bulan demi bulan apa yang terjadi. Saya bahkan belum percaya apa yang terjadi di Brasil, mungkin dalam lima atau 10 tahun Anda bisa benar-benar menyadari apa yang terjadi di sana."

"Kami pulang ke Berlin, tampil di panggung, melambaikan tangan, menunjukkan trofi Piala Dunia, dan kemudian semua orang menghilang untuk bertemu keluarga mereka, berlibur, beristirahat, dan menenangkan diri," demikian dia.

(raw/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads