'Si Kribo' Mulai Dapat Tempat di 'Setan Merah'

'Si Kribo' Mulai Dapat Tempat di 'Setan Merah'

- Sepakbola
Senin, 27 Okt 2014 11:46 WIB
Si Kribo Mulai Dapat Tempat di Setan Merah
Getty Images/Alex Livesey
Manchester -

Awalnya, Marouane Fellaini dianggap sebagai pembelian yang gagal dari Manchester United. Namun, pelahan-lahan gelandang berambut kribo itu mulai menunjukkan bahwa dia masih bisa berguna untuk 'Setan Merah'.

Fellaini didatangkan ketika United masih ditangani oleh David Moyes. Harga pembeliannya tidaklah murah, United harus mengeluarkan uang 27,5 juta poundsterling untuk mendapatkan gelandang berkebangsaan Belgia tersebut.

Dengan harga semahal itu, Fellaini dianggap sebagai panic buy dari United. Terlebih dia didapat pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2013/2014. Ketika itu, target-target United lainnya, yakni Cesc Fabregas dan Thiago Alcantara, memutuskan untuk menolak pinangan. Fellaini pun dipandang sebagai opsi paling akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Digadang-gadang jadi tenaga dan otot di lini tengah United, Fellaini malah tampil loyo. Dia lambat, larinya tak kencang, dan bahkan dengan tubuhnya yang menjulang tinggi (194 cm) pun masih kerap kalah beradu sundulan. Sudah demikian, dia juga kerap diganggu cedera.

Tak heran, ketika Moyes lengser, Fellaini dianggap sebagai sisa dan simbol dari kegagalan di masa kepelatihan manajer asal Skotlandia tersebut.

Fellaini pun disebut akan dijual pada awal musim 2014/2015. Apalagi ada Napoli yang meminatinya. Namun, sebelum Napoli bisa mendatangkannya, Fellaini kembali dibekap cedera. Candaan yang beredar menyebut, cedera itu telah menyelamatkan kariernya di United.

Kendati demikian, manajer United setelah Moyes, Louis van Gaal, mengatakan bahwa dia akan memberikan kesempatan yang sama pada tiap pemain United dan Fellaini adalah salah satu yang mengambil keuntungan (dan mengambil kesempatan) dari kebijakan tersebut.

Pada laga melawan West Bromwich Albion, Senin (20/10/2014), Fellaini masuk pada awal babak kedua setelah tertangkap kamera mendapatkan instruksi dari Van Gaal di bangku cadangan. United tengah tertinggal 0-1 ketika itu dan masuknya Fellaini menghadirkan pertanyaan.

Namun, Fellaini menjawab pertanyaan tersebut dengan satu gol ciamik di awal babak kedua. West Brom memang sempat unggul lagi 2-1, tapi United berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 lewat gol Daley Blind. Setelah laga tersebut, Blind pun secara khusus memuji penampilan Fellaini.

"Golnya memberi kami keyakinan dan itulah mengapa kami mampu menciptakan banyak peluang setelah gol tersebut. Saya pikir dia bermain baik," ujar Blind.

Performa Bagus Lawan Chelsea

Performa bagus pada laga melawan West Brom itu pun membuat Fellaini masuk dalam starting XI untuk laga besar melawan Chelsea, Minggu (26/10). Ada beberapa analisis mengapa Van Gaal memilih Fellaini ketimbang gelandang United lainnya, Ander Herrera.

Herrera, yang sempat mendapatkan cedera tulang rusuk sebelum ini, dinilai fit oleh Van Gaal. Sebagai gelandang bertubuh kecil, Herrera cukup cepat, tapi tak ragu beradu fisik dan melakukan tekel. Singkat kata, Herrera bisa menjadi generator di lini tengah United.

Namun, mengingat Chelsea memiliki Nemanja Matic dan Cesc Fabregas sebagai fondasi dari lini tengah mereka, Van Gaal bakal kerepotan jika memainkan Herrera dengan formasi 4-1-3-2 diamond miliknya. Terlebih, dia tidak bisa menurunkan dua penyerang sekaligus karena Radamel Falcao cedera, yang ada tinggal Robin van Persie dan penyerang muda, James Wilson.

Dengan pertimbangan di atas, jadilah Fellaini dimainkan dan Van Gaal mengubah formasi menjadi 4-1-4-1. Fellaini dimainkan tepat di belakang penyerang bersama dengan Juan Mata. Sementara Van Persie ditempatkan sebagai penyerang tunggal dan Adnan Januzaj serta Angel Di Maria ditaruh di kedua sayap.

Dengan rapatnya empat pemain di sektor gelandang itu, Chelsea kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak pertama. Fabregas pun tercatat hanya melepaskan lima operan sukses di babak pertama. Ini membuat Oscar kerap terlihat turun ke belakang untuk menerima operan dan membantu mengalirkan serangan.

Tetapi, tetap saja Chelsea berbahaya. Dengan keliatan dan kecepatan Eden Hazard --serta Willian dan Oscar-- tetap saja mereka mampu mengancam gawang United.

Untuk menahan kecepatan-kecepatan pemain Chelsea itulah Fellaini dan Blind kerap ditaruh di depan garis pertahanan manakala United bertahan. Namun, ketika menyerang, Fellaini juga jadi salah satu orang yang naik ke depan dan masuk ke dalam kotak penalti Chelsea.

Ini membuat Fellaini punya tugas ganda. Di satu sisi dia diandalkan untuk membantu pertahanan, di sisi lain dia juga diandalkan untuk menyambut umpan-umpan silang yang dilepaskan ke depan. Adanya Fellaini di sebelah Mata pada lini depan membuat sektor gelandang United di sepertiga akhir lapangan menjadi "penuh", dan ini membuat Matic dan Fabregas yang berada di poros gelandang Chelsea kerepotan dan tidak bisa nyaman-nyaman menguasai bola.

Atas performa baik itu, ESPNFC pun memberi Fellaini nilai 8. Pilihan Van Gaal untuk tidak mengganti Fellaini sampai akhir pertandingan pun terbayar. Opsi untuk mengarahkan umpan silang kepadanya kemudian berbuah hasil.

Pada masa injury time, United mendapatkan sebuah tendangan bebas. Lewat tendangan yang kemudian dieksekusi oleh Di Maria itu, bola diterima Fellaini dengan sundulan terarah. Sundulan Fellaini memang masih bisa diblok oleh Thibaut Courtois, tapi bola rebound hasil sundulan Fellaini itu disambar Robin van Persie dan berubah menjadi gol.

Untuk dua pekan secara berurutan United selamat dari kekalahan dan Fellaini lagi-lagi jadi salah satu pahlawan penyelamatnya.

Opsi Tambahan untuk United

Tampil bagusnya Fellaini dalam dua laga terakhir memang belum jadi jaminan dia akan terus demikian sampai akhir musim. Tidak selamanya United bisa mengandalkan 4-1-4-1 dan memajang Fellaini untuk jadi pemenuh sepertiga akhir lapangan serta target umpan silang.

Namun, menurut eks bek United yang kini jadi pundit untuk Sky Sports, Gary Neville, kehadiran Fellaini tetaplah penting. Menurut Neville, musim masih panjang dan ada berbagai tipe lawan yang bakal dihadapi. Kehadiran Fellaini disebutnya berguna untuk memberikan opsi tambahan bagi tim.

"Orang-orang bilang, itu bukan gaya Manchester United, tapi saya tidak setuju. Selama 25 tahun, Manchester United selalu punya opsi, namun bukan sebagai prinsip utama, untuk melepaskan umpan panjang ke depan. Tidak diragukan lagi," ujar Neville sebelum laga melawan Chelsea.

"Cara seperti itu memang bukan cara yang bisa dilakukan dari awal laga dan bukan cara yang tepat untuk memenangi laga, jelas tidak. Tapi, sepanjang musim, mereka bakal membutuhkan opsi alternatif seperti itu."

"Mereka membutuhkan opsi kedua, rencana B atau rencana C. Mereka tidak perlu malu, gunakan saja opsi itu," kata Neville.

(roz/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads