Kritikan yang terus menyasar Mario Balotelli turut mengundang komentar dari eks gelandang Manchester United Paul Scholes. Menurut Scholes, Balotelli tak layak disalahkan atas performa buruk Liverpool.
Balotelli terus menjadi pembicaraan sejak bergabung dengan Liverpool musim panas lalu. Salah satunya karena penyerang Italia itu baru mencetak dua gol dari 12 penampilan di seluruh ajang.
Pemain 24 tahun itu kian jadi sasaran setelah Liverpool belum tampil meyakinkan sejauh ini. Di Premier League, 'Si Merah' baru memenangi empat laga dari sembilan pekan, sementara tiga lainnya berujung dengan kekalahan. Secara keseluruhan, ada 14 laga yang sudah dilalui di semua kompetisi dan anak-anak Merseyside hanya memenangi separuhnya, sementara kalah di lima pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya sorotan yang mengarah ke Balotelli dinilai Scholes tidak adil, apalagi jika membebankan performa buruk tim kepadanya. Menurutnya, ada sejumlah pemain lain yang tampil tak lebih baik dan bahkan belum memberikan kontribusi berarti untuk Liverpool. Alih-alih mereka yang disorot, semua mata justru memandang pada Balotelli.
"Sepekan lain penuh cerita-cerita tentang Balotelli dan saya tidak tahan berpikir bahwa dia adalah sasaran empuk. Ada sejumlah pemain di Liverpool yang lolos usai membunuh sementara Balotelli yang menjadi sasaran. Namanya, reputasinya, bahkan bahasa tubuhnya di lapangan, semuanya jadi bumbu akan tipe pemain yang menarik untuk dikritik," kata Scholes kepada London Evening Standard.
"Ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa Liverpool kehilangan Luis Suarez, pemain terbaik dan pencetak gol kunci mereka, dan penyerang terbaik mereka yang berikutnya, Daniel Sturridge, sudah cedera begitu lama. Adalah sebuah kebenaran mendasar dalam sepakbola bahwa lini serang bagus membuat seluruh tim tampak lebih baik," lanjutnya.
"Balotelli setidaknya telah menyedot sorotan dari sejumlah pembelian musim panas lainnya. Dejan Lovren kesulitan. Lazar Markovic belum mencetak satu gol pun dan dia berharga 20 juta poundsterling. Alberto Moreno memang cepat, tapi belum meyakinkan sebagai seorang bek. Adam Lallana jadi satu-satunya yang tampak nyaman, dan di harga 25 juta pounds saya sebelumnya merasa dia terlalu mahal," demikian pria 39 tahun ini seperti dilansir sportsmole.
(raw/nds)











































