Lemahnya Adaptasi Taktik Wenger Kembali Disorot

Lemahnya Adaptasi Taktik Wenger Kembali Disorot

- Sepakbola
Senin, 10 Nov 2014 11:54 WIB
Lemahnya Adaptasi Taktik Wenger Kembali Disorot
Getty Images Sport/Michael Steele
Jakarta - Kekalahan Arsenal atas Swansea City kembali membuat sang manajer, Arsene Wenger, mendapatkan sorotan. Eks bek tim nasional Inggris Jamie Carragher menilai Wenger kurang adaptif dalam menerapkan taktik.

Arsenal gagal mempertahankan keunggulan satu gol kala bertandang ke markas Swansea City, Minggu (9/11/2014) malam WIB. Gol dari Gylfi Sigurdsson dan Bafetimbi Gomis membuat kedudukan berbalik hingga tuan rumah memenangi laga 2-1.

Ini merupakan kali kedua secara beruntun dalam satu pekan The Gunners gagal menang setelah dalam posisi memimpin. Sebelumnya Alexis Sanchez dkk. ditahan imbang 3-3 oleh Anderlecht setelah lebih dahulu unggul tiga gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu hal yang jadi sorotan Carragher adalah kurang mampunya Wenger beradaptasi dengan situasi. Terlepas dari filosofi bermain menyerang dan mengendalikan penguasaan bola yang dianut, Wenger dinilai lemah membaca titik ancaman dari lawan.

Dua gol Swansea bermula dari serangan balik. Yang pertama dihentikan dengan pelanggaran, namun justru berbuah gol lewat eksekusi Sigurdsson. Sementara yang kedua melalui tusukan Jefferson Montero ke sisi kanan yang dijaga Callum Chambers. Montero kemudian melepaskan umpan silang yang ditanduk Gomis dan berbuah gol.

Carragher lantas membandingkan cara Wenger dengan pendekatan manajer Chelsea Jose Mourinho kala membawa timnya menang 2-1 atas Liverpool di pekan yang sama. Sementara Mourinho mampu 'mencium' bahaya dari Raheem Sterling dan menempatkan satu pemain untuk melindungi pertahanannya, Wenger gagal melakukan hal serupa.

"Kemarin di Anfield, Jose Mourinho melihat Raheem Sterling sebagai sebuah ancaman untuk Chelsea dan dia menempatkan Ramires di sisi tersebut untuk mencoba dan menghentikannya," katanya dilansir Sky Sports.

"Saya rasa Alex Oxlade-Chamberlain menjalani sebuah laga yang bagus dalam hal menyerang untuk Arsenal. Tapi di jeda pertandingan, tampak jelas Chambers mendapati salah satu hari di mana Montero menampilkan performa terbaik," imbuh Carragher.

Carragher, yang aktif sebagai bek di masanya, melihat sisi yang dijaga Chambers berhasil dieksploitasi oleh Montero. Faktanya, Chambers jadi starter dengan penampilan terburuk pada laga tersebut di mana whoscored memberikan nilai 6,0. Sebaliknya, Montero jadi pemain terbaik dengan ponten 8,6 atau yang tertinggi.

Menjadi ironi karena pemain di depan Chambers yakni Oxlade-Chamberlain, justru jadi salah satu pemain yang tampil bagus untuk Arsenal dengan nilai 8,0 karena kontribusinya dalam serangan. Nah, catatan ini jadi salah satu bukti Wenger tak mampu membuat perubahan taktik di pertandingan tersebut. Tak ada instruksi baru atau pergantian pemain untuk menghadapi ancaman Swansea.

"Saya sudah pernah berada di posisi itu (Chambers) sebagai seorang bek dan Anda butuh bantuan. Anda bisa mengubahnya, Arsenal punya Hector Bellerin di bangku cadangan, yang memang belum berpengalaman tapi merupakan salah satu pemain tercepat di klub," lanjut Carragher.

"Bisakah dia membuat sebuah perbedaan dengan kecepatannya? Atau instruksikan Oxlade-Chamberlain untuk diam di depan Chambers, jangan maju karena kami perlu perlindungan. Kami perlu menghentikan ini."

"Tapi Arsene Wenger punya keyakinan yang amat besar terhadap timnya dan cara mereka bermain. Dia berkata 'kita akan menyerang, memainkan gaya kita sendiri, jangan khawatir dengan lawan'. Tapi itu membuktikan bahwa Anda harus memikirkan lawan Anda," demikian mantan bek Liverpool yang kini aktif sebagai pengamat sepakbola ini.

Bukan kali ini saja Carragher menyoroti kemampuan adaptasi taktik Wenger. Sebelumnya dia juga menyebut Wenger miskin kejutan jelang laga melawan Chelsea awal Oktober lalu, memprediksi Arsenal bakal takluk dari The Blues. Terbukti Chelsea memenangi laga di Stamford Bridge itu 2-0.

(raw/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads