Sampai pekan ke-11 Premier League, Southampton jadi tim yang paling sedikit kebobolan. Kokohnya lini belakang jadi salah satu faktor laju kencang The Saints sampai saat ini.
Southampton sukses membukukan kemenangan 2-0 atas Leicester City pada akhir pekan kemarin, yang mana membuat mereka tetap berada di urutan kedua klasemen sementara Premier League. Southampton kini mengoleksi 25 poin, tertinggal empat poin di belakang Chelsea yang ada di urutan pertama dan unggul empat poin atas Manchester City yang ada di urutan ketiga.
Dari 20 tim yang berlaga di Premier League, Southampton jadi satu-satunya yang kebobolan satu digit gol. Dari 11 laga, tim besutan Ronald Koeman tersebut baru kebobolan lima gol. Chelsea saja, yang berada di urutan kedua kebobolan tersedikit saat ini, sudah kebobolan 11 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Koeman memasang Nathaniel Clyne, Jose Fonte, Maya Yoshida, dan Ryan Bertrand sebagai kuartet dari pekan pertama hingga pekan keempat. Hasilnya, Southampton meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka mencetak 8 gol dan hanya kebobolan 2 gol pada empat pertandingan itu.
Pada pekan kelima, kala menghadapi Swansea City, Koeman tetap memasang Clyne, Fonte, dan Bertrand, plus Toby Alderweireld untuk menggantikan Yoshida. Hasilnya, Soton menang 1-0.
Pada pekan berikutnya, Koeman kembali memasang Yoshida sebagai bek tengah untuk berpasangan dengan Fonte. Ini membuat back-four Southampton kembali ke susunan awal. Southampton kembali menang; kali ini 2-1 atas Queens Park Rangers.
Setelah pertandingan melawan QPR tersebut, Koeman kembali ke opsi kuartet bek kedua. Alderweireld kembali dimainkan untuk mengganti Yoshida. Kuartet Clyne, Fonte, Alderweireld, dan Bertrand pun terus dimainkan sejak pekan ketujuh --melawan Tottenham Hotspur-- sampai pekan ke-11 --melawan Leicester.
Hasilnya, dari laga melawan Tottenham ke laga melawan Leicester itu, Soton baru kebobolan satu kali. Empat laga terakhir, mereka malah tidak kebobolan sama sekali.
"Menjaga gawang tetap tidak kebobolan juga membantu meningkatkan kans untuk memenangi pertandingan," ujar Clyne di situs resmi klub.
"Kami ingin terus menang. Kami sedang berada dalam performa bagus dan kepercayaan diri kami sedang tinggi-tingginya, kredit layak diberikan kepada para pemain di belakang dan di lini depan," lanjutnya.
Kokohnya lini belakang Southampton tercermin pada statistik sang kapten, Jose Fonte. Dalam catatan WhoScored, Fonte rata-rata melakukan 1,8 tekel sukses per laga dan 2,7 intersepsi per laga. Selain itu, Fonte juga tercatat melakukan 5,1 clearance per laga.
Sementara, pasangan Fonte di lini belakang, Alderweireld, tercatat melakukan 1,9 tekel bersih per laga, 0,7 intersepsi per laga, dan 5,1 clearance per laga.
Koeman, tentu saja, senang melihat performa pemain-pemainnya di lini belakang. Manajer asal Belanda tersebut mengatakan bahwa ini adalah keuntungan punya kiper tangguh seperti Fraser Forster dan empat bek yang kokoh. Selain itu, dia juga sudah menemukan komposisi yang pas sehingga tidak perlu sering-sering mengubahnya demi menjaga kestabilan.
"Cara bertahan selalu menunjukkan kerjasama sebuah tim. Tapi, tentu saja ini karena kami punya kiper yang bagus dan empat bek yang amat bagus juga. Ryan sedang tampil dalam performa terbaik, Clyney belakangan masuk dalam seleksi tim nasional, sementara Alderweireld dan Jose bermain fantastis sebagai pasangan bek tengah," ucap Koeman.
Di luar empat bek yang kokoh, Koeman juga memiliki sosok Victor Wanyama yang bermain sebagai gelandang bertahan. Wanyama, yang secara fisik juga tangguh, disebut Koeman tampil bagus ketika diserahi tugas melindungi lini belakang.
"Ketangguhan fisik Wanyama amat membantu lini tengah. Dia juga selalu sukses memenangi perebutan bola dan itu penting buat tim," kata Koeman.
(roz/a2s)











































