'Si Merah' yang Kini Lebih Statis dan Kurang Berani

'Si Merah' yang Kini Lebih Statis dan Kurang Berani

- Sepakbola
Kamis, 13 Nov 2014 15:25 WIB
Si Merah yang Kini Lebih Statis dan Kurang Berani
Getty Images Sport/Stu Forster
Liverpool - Musim lalu Liverpool tampil impresif, hingga mampu bersaing memburu gelar juara Premier League. Tapi musim ini 'Si Merah' belum mampu mereplikasi performa tersebut. Apa yang berbeda?

Liverpool musim lalu jadi salah satu tim yang permainannya paling atraktif di Inggris. Anak asuh Brendan Rodgers tampil menyerang, mengandalkan kecepatan para penyerangnya, pergerakan yang cair, dan umpan-umpan tajam ke daerah pertahanan lawan.

Dengan penampilan tersebut, anak-anak Merseyside bersaing memburu gelar juara meski pada akhirnya kalah dari Manchester City dan harus puas finis sebagai runner up. Satu hal yang menonjol dari Liverpool adalah jumlah golnya yang mencapai 101 gol, hanya kalah dari City yang membukukan 102 gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Torehan gol Steven Gerrard dkk. itu pada prosesnya menutupi kelemahan di lini belakang. Patut diketahui bahwa performa lini belakang Liverpool tak se-mengilap lini serangnya dengan total 50 gol bersarang ke gawang. Ini merupakan catatan terburuk di antara tim-tim lima besar.

Tapi sejauh musim ini berjalan, Liverpool belum mampu mengulang performa musim lalu. Jika ada catatan yang berhasil direplikasi, itu adalah buruknya lini pertahanan yang sejauh ini sudah kebobolan 15 gol dari 11 laga. Sementara performa lini depan masih jauh dari kata apik dengan baru mencatatkan 14 gol. Artinya, saat ini selisih gol Liverpool dalam posisi minus.

Membandingkan statistik musim lalu dengan musim ini, Liverpool terbukti mengalami perubahan gaya bermain. Whoscored mencatat bahwa musim lalu atribut yang menonjol dari tim besutan Rodgers adalah dribel dan umpan terobosan.

Rata-rata per laga musim lalu, Liverpool mencatatkan 12,4 percobaan dribel dan lima umpan terobosan. Catatan ini berbanding lurus dengan jumlah tembakan yang mencapai rata-rata 17,1 per laga dengan 6,8 di antaranya tepat sasaran.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa sejata utama Liverpool kala itu adalah pergerakan yang dinamis dan mengalir yang didukung dengan umpan-umpan terobosan. Gaya permainan inilah yang hilang musim ini.

Tercatat sejauh ini Liverpool hanya mencatatkan rata-rata 10,2 dribel dan 2,3 umpan terobosan per laga. Diikuti dengan penurunan jumlah tembakan dengan rata-rata 14,7 per laga di mana hanya rata-rata 4,7 yang menemui sasaran.

Menariknya, musim ini Liverpool justru mengalami peningkatan dalam hal penguasaan bola dan tingkat akurasi umpan. Jika musim lalu rata-rata penguasaan bola di angka 54,8% dengan akurasi 84,1%, musim ini meningkat menjadi 55,4% dengan akurasi 84,3%.

Tapi tingginya penguasaan bola dan tingkat akurasi umpan ini tak diiringi pergerakan para penyerang yang lebih dinamis atau keberanian para pemain untuk melepaskan umpan-umpan terobosan. Itulah sebabnya jumlah percobaan Liverpool musim ini menurun jauh dari musim lalu.

Alih-alih bergerak lebih cair dan mencoba melepaskan umpan-umpan terobosan, Liverpool justru lebih banyak melakukan umpan silang dan umpan panjang per laga. Musim ini mereka mencatatkan rata-rata 20,6 umpan silang dan 59,6 umpan panjang per laga. Sebagai perbandingan, musim lalu Liverpool hanya melepaskan rata-rata 16,9 umpan silang dan 49,9 umpan panjang.

Catatan ini sekali lagi jadi indikator bahwa lini depan Liverpool bermain lebih statis. Dengan kata lain, bisa dibilang Liverpool kurang berani mengambil risiko seperti musim lalu dengan pergerakan dan umpan-umpan terobosan.

Patut dinantikan apa yang akan dilakukan Rodgers untuk memperbaiki performa Liverpool. Apalagi saat ini mereka tengah tercecer di urutan 11 klasemen Premier League, di Liga Champions mereka tertahan di urutan tiga klasemen Grup B di belakang Real Madrid dan Basel.

Kembalinya Daniel Sturridge dari cedera juga diyakini bakal memberikan perubahan pada permainan 'Si Merah', mengingat sejauh ini Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Fabio Borini belum berkontribusi besar.

(raw/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads