Sejak kedatangannya di markas MU di Carrington, Van Gaal memang berulang kali menegaskan akan menyuntikkan filosofi permainan anyar. Oleh karena itu pula manajer asal Belanda itu menyatakan bakal butuh waktu untuk membawa MU kembali ke jalur juara.
Van Gaal sendiri dikenal dengan paham sepakbola atraktif yang berlandaskan penguasaan bola. Lewat gaya inilah pria 63 tahun ini menapaki sukses bersama Ajax Amsterdam dan Barcelona di awal kariernya, yang kemudian diikuti kesuksesan lain di baik di level klub atau tim nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Filosofinya berbeda di mana dia suka kami berlama-lama dengan bola untuk menguasai pertandingan dan mendapatkan ritme dalam permainan kami," kata Carrick kepada Daily Mail.
"Sementara sebelumnya, terutama di kandang dengan para pendukung, yang terpenting adalah mencoba menyerang secepat mungkin dengan kecepatan dan penetrasi. Dan meskipun Anda kehilangan bola beberapa kali, terus mencoba," lanjutnya.
"Sungguh, ini benar-benar cuma perbedaan pendekatan permainan, tidak ada benar atau salah. Saya rasa hanya perbedaan keyakinan," tambah gelandang internasional Inggris ini dilansir soccerway.
Carrick juga mengungkapkan bahwa adaptasi tim terbantu dengan pendekatan Van Gaal terhadap tim. Meski tegas dan terbilang 'dingin', eks pelatih timnas Belanda itu nyatanya di lain sisi kerap mendekati pemain dan memberikan koreksi.
"Manajer jelas teguh dalam hal apa yang dia inginkan dan standar yang dia punya. Benar-benar terserah kami jika ingin mencapai hal-hal tersebut dan jika kami tidak mencapainya, dia memberitahu kami yang mana itu baik. Begitulah seharusnya," demikian Carrick.
(raw/krs)











































