Setelah 'meledak' di awal kedatangannya di Manchester United, belakangan performa Angel Di Maria tidak sebagus sebelumnya. Pelatih Argentina, Gerardo Martino, menilai itu adalah hal yang wajar.
Di Maria membuat start gemilang dalam seragam 'Setan Merah'. Pesepakbola termahal dalam sejarah sepakbola Britania itu mencetak tiga gol dan mengemas tiga assist dalam empat penampilan pertamanya usai ditebus dari Real Madrid.
Namun begitu, Di Maria gagal memberikan pengaruh yang sama dalam beberapa pertandingan terakhir melawan Chelsea, Manchester City, dan Crystal Palace.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mengawali dengan sangat baik dan fakta bahwa secara umum ketika para pemain bergabung di sebuah klub baru dan harus beradaptasi dengan liga yang baru, tim baru, gaya sepakbola yang berbeda dan rekan-rekan setim yang baru pula."
"Saya rasa performa yang diperlihatkan sekarang mungkin lebih pada jenis seorang pemain yang bergabung dengan klub baru daripada seorang pemain yang tampil sangat baik di awal kedatangannya."
Manajer MU Louis van Gaal sering kali mengganti posisi Di Maria. Martino itu bukan salah satu faktornya.
"Dengan mengaitkan posisinya, saya akan bilang kalau Di Maria adalah tipe pemain yang bisa bermain di berbagai posisi dengan piawai," sambung Martino.
"Anda hanya harus melihat beberapa musim sebelumnya ketika dia bermain di sisi kanan untuk Real Madrid dan setelah itu dia lebih banyak bermain di sisi kiri dalam. Jelas, di Piala Dunia, dia sangat baik ketika dimainkan di sisi kiri luar jadi soal positioning, dia bisa berdaptasi di manapun manajer mau memainkan dia," imbuh Martino.
(rin/fem)










































