Battle of the Buffet: Sepotong Pizza di Kepala Sir Alex

Jelang Arsenal vs MU

Battle of the Buffet: Sepotong Pizza di Kepala Sir Alex

- Sepakbola
Kamis, 20 Nov 2014 13:06 WIB
Battle of the Buffet: Sepotong Pizza di Kepala Sir Alex
ist.
Jakarta -

"Semua mata mengalihkan pandangan ke arahnya dan dengan mulut ternganga saat melihat sepotong pizza turun dari wajahnya yang berwarna sawo matang itu dan merosot ke setelan hitamnya yang bagus itu".

Kalimat tersebut dicukil dari otobiografi Ashley Cole, menceritakan apa yang terjadi di lorong Old Trafford setelah duel Manchester United dengan Arsenal di ajang Premier League pada 2004 lalu. Beberapa orang menyebutnya sebagai 'Pizzagate' sementara media-media Inggris ada juga yang memberi julukan 'Battle of the Buffet'.

Tepatnya pada 24 Oktober 2004, MU meraih kemenangan 2-0 atas Arsenal. Hasil pertandingan tersebut menyudahi rangkaian laga tak terkalahkan The Gunners yang sudah menrentang selama 49 laga secara beruntun dan masih menjadi rekor Premier League hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang dituliskan Cole dalam otobiografinya itu merupakan salah satu scene dalam bentrok antarapemain dan beberapa staf kedua klub di lorong ganti pemain Old Trafford. Meski sudah beberapa tahun terjadi, detil soal 'Battle of the Buffet' masih belum benar-benar tergambar dengan jelas. Beberapa tabloid Inggris menyebut bahwa kedua tim saling melemparkan makanan seperti sup, roti isi, pizza dan beberapa benda lain yang sebenarnya bisa dimakan.

Adegan klimaks dari Battle of the Buffet itu adalah saat sepotong pizza melayang di atas para pemain dan kemudian mendarat di kepala Sir Alex Ferguson. Selain Cole, Phill Neville dan Martin Keown membenarkan hal tersebut. Kabarnya Cecs Fabregas lah pelempar Pizza tersebut, meski dia tak khusus membidik kepala Fergie.

Panas Sejak Sebelum Laga

Arsenal menyambangi Old Trafford sebagai pemuncak klasemen. Bukan cuma berada di posisi teratas, The Gunners adalah juara bertahan Premier League setelah pada musim sebelumnya menjalani kompetisi tanpa terkalahkan. Arsenal datang dengan catatan 49 laga tanpa terkalahkan, dan Old Trafford dibidik menjadi tempat mereka menggenapkan catatan hebatnya menjadi 50 laga beruntun tanpa kalah.

"Sepanjang pekan Arsenal berkoar soal bagaimana hebatnya meraih 50 laga tanpa kalah di Old Trafford. Kesalahan besar. Mereka justru membuat kami bersemangat. Lima puluh laga tanpa terkalahkan? Tidak akan. Tidak di tempat kami," cetus Wayne Rooney ketika itu.

Bukan cuma itu yang membuat laga menjadi sangat panas. MU dan Arsenal masih dibayangi pertemuan setahun sebelumnya di tempat yang sama, yang berkesudahan 0-0. Ketika itu MU dapat hadiah penalti jelang laga tuntas, namun sepakan Ruud van Nistelrooy mentah oleh tiang gawang. Striker asal Belanda itu langsung dicemooh dan diintimidasi oleh beberapa pemain Arsenal. Pada akhirnya muncul keributan kecil yang melibatkan beberapa pemain.

"(Tensi panas) itu sudah terbangun 12 bulan sebelumnya atas apa yang terjadi di 2003, di mana terjadi kekacauan saat beberapa orang melompat di sekitar Ruud. Tapi di setiap pertandingan yang kami jalani, suasananya luar biasa. Itu sangat beringas. Itu bukan perang, tapi seperti dua petinju kelas berat di dalam ring," sahut Neville dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Pertandingan - '90 Menit yang Paling Berat yang Pernah Aku Alami'

Seperti terjadi setahun sebelumnya, duel MU dengan Arsenal penuh dengan adu fisik, tekel-tekel keras menjurus kasar, aksi diving, dan keputusan-keputusan kontroversial wasit Mike Riley.

Neville bersaudara sama-sama dapat kartu kuning karena tekel kasar mereka pada Jose Antonio Reyes. Sementara Cristiano Ronaldo juga jadi sasaran pemain-pemain Arsenal. Di satu kesempatan Mike Riley luput melihat aksi Nistelrooy mengangkat sepatunya ke arah kaki Cole, Riley juga tidak menghukum Rio Ferdinand saat melakukan professional faul pada Freddie Ljungberg.

Sebaliknya, Riley malah memberi MU penalti di menit 73. Penalti itu dianggap kontroversial karena Sol Campbell tidak terlihat benar-benar melakukan pelanggaran pada Rooney yang jatuh di kotak terlarang. Maju sebagai eksekutor, Nistelrooy kali ini menjalankan tugasnya dengan baik dan membantu MU unggul 1-0. Satu gol lainnya dari Rooney akhirnya memastikan MU menang dan memutus rangkaian 49 laga tak kalah Arsenal.

"Di sepanjang kehidupan saya sebagai atlet, saya tidak pernah menerima tendangan sebanyak di Manchester. Itu pertandingan terberat yang pernah saya jalani," Reyes mengomentari pertandingan tersebut.



"Riley mempengaruhi hasil pertandingan, kita tahu dia bisa melakukan itu di Old Trafford. Kami dirampok. Sama sekali tidak ada kontak untuk penalti itu, bahkan Rooney mengatakan hal itu. Kami hanya bisa menguasai performa kami sendiri dan bukan performa wasit. Kita semua tahu dia (Nistelrooy), dia hanya bisa mencurangi orang yang tidak tahu siapa dia," seru Wenger usai laga.

'Perang' di Lorong

Tidak diketahui secara pasti apa yang sebenarnya memicu kericuhan di dalam lorong Old Trafford tersebut. Banyak yang menyebut itu berawal dari konfrontasi antara Nistelrooy dan Wenger.

"Saat kami berjalan di dalam lorong dari plastik itu semuanya berjalan masing-masing. Kemudian ada teriakan 'kalian curang' dan para pemain berlari dan saling mendorong menuju lorong yang lebih lebar. Saya terjepit di tengah-tengah. Saya mendengar boos (Wenger) mengomel pada Ferguson; dengan bahasa Prancis, dia beradu debat dengan orang Skotlandia itu," kisah Cole.

"Potongan pizza itu melayang di atas kepalaku dan mengenai Fergie tepat di kepalanya. Bunyi yang dimunculkan dari lemparan itu menggema di lorong dan semuanya langsung berhenti - perkelahiannya, teriakannya, semuanya. Semua mata beralih memandangnya dan mulut menganga tidak percaya melihat sepotong pizza merosot turun dari wajah yang terkenal itu dan merosot ke setelan hitamnya yang bagus."

"Saya pikir Ferguson akan meledak tapi dia langsung jalan menuju ruang ganti sambil mengutuk dan menggerutu, membersihkan remah-remah dan noda di kerahnya. Kami semua kembali ke runag ganti dan menahan tawa. Yang bisa saya katakan adalah si tersangka bukan orang Inggris atau Prancis. Nah, Anda bisa mengerucutkan siapa orangnya," lanjut Cole lagi.

Soal pizza yang mengenai kepala Fergie, Neville menyebut itu sebagai kejadian yang tidak disengaja. " Sir Alex datang ke runag ganti dengan ada makanan di blazernya. Kenapa melempar pizza? Sesama laki-laki Anda tidak melempar Pizza, Anda berbalas pukulan." Saya tidak berpikir pizza itu disengaja diarahkan pada Sir Alex. Lorongnya hanya sekitar satu meter lebarnya, jadi saat ada 22 pemain itu menjadi lorong yang sangat kecil dan Anda bisa saja mengenai orang lain."

MU dan beberapa klub Premier League punya kebiasaan meletakkan makanan di lorong menuju ruang ganti pemain usai setiap pertandingan. Menu yang biasanya disediakan adalah pizza dan ayam.

Usai Laga

Apa yang terjadi di lorong ganti Old Trafford membuat relasi Fergie dengan Wenger mencapai titik terburuk. Rivalitas keduanya yang sudah panas sejak awal tahun 2000 makin menjadi-jadi, dan bahkan terus bertahan hingga beberapa tahun berselang.

Terkait beberapa kejadian di pertandingan tersebut, FA menjatuhkan beberapa hukuman. Van Nistelrooy dihukum larangan main tiga laga atas tekelnya pada Cole, sementara Wenger didenda Β£15,000 karena menuduh Nistelrooy curang

Beberapa hari berselang MU dan Arsenal diminta mendatangi sebuah pertemuan yang digagas FA demi memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Di akhir musim gelar Premier League jatuh ke tangan Chelsea, Arsenal memngalahkan MU melalui adu penalti untuk memenangi Piala FA.

Tujuh tahun setelah peristiwa itu, Martin Keown dalam wawancaranya dengan BBC mengonfirmasi kalau Fabregas lah yang melempar pizza tersebut.

"Media terus memanasi Pizzagate karena itu seperti menambah bensin pada api dalam kaitan Arsenal v Manchester United saat itu. Itu mungkin menjadi sebuah momen yang lucu jika kita mengingat lagi. Itu penggalan kisah dari sebuah sejarah pertandingan antara dua klub. Yang dituduh adalah Cesc Fabregas, tapi kini peristiwa itu menjadi sesuatu yang bisa Anda tertawakan," sahut Neville.


(din/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads