Dalam lawatan ke markas Palace di Selhurst Park pada Minggu (23/11/2014) malam WIB, Liverpool tumbang 1-3. Padahal mereka sempat unggul 1-0 lebih dulu lewat gol cepat Rickie Lambert.
Tapi, keunggulan itu melayang di menit ke-17 setelah Dwight Gayle menjebol gawnag Simon Mignolet. Liverpool kembali kebobolan dua gol di babak kedua oleh sepakan Joseph Ledley dan Mile Jedinak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan itu membuat Liverpool kembali terlempar dari posisi 10 besar. Tim besutan Brendan Rodgers tersebut ada di urutan ke-12.
Carragher melihat bukan kali ini saja Liverpool memmpertontonkan situasi serupa. Pria 36 tahun itu melihat ada kesalahan yang bertumpuk-tumpuk di kubu LIverpool.
"Ini lebih dari start yang buruk, ada sesuatu yang salah. Mental buruk, tak ada kepemimpinan di lapangan, dan sebagai fan Liverpool, hal terburuk yang dilihat adalah ketika tim tertindas dan melemah. Nah, itulah yang kami saksikan hari ini," kata Charragher seperti dikutip The Guardian.
"Itu bukan untuk pertama kalinya. Itu terjadi sepanjang musim. Liverpool kalah bukan karena kualitas, mereka tertindas, mereka kalah karena antusiasme. Setelah mencetak gol mereka kehilangan antusiasme, tak mengancam lawan lagi.
"Ini sebuah situasi yang mengkhawatirkan Mereka membutuhkan empat atau lima pemain. Tak ada pria jantan di dalam tim. Tak ada sebuah tim yang solid di sana. Tak ada kepercayaan diri," ucap Carragher.
(fem/din)











































