Ada beberapa hal yang bisa dipetik Manchester United dalam tujuh pekan terakhir. Pertama, mereka layak berterima kasih kepada David De Gea atas serangkaian poin penuh yang didapat. Kedua, Marouane Fellaini bukan lagi kartu mati buat mereka.
De Gea tampil brilian ketika United menang 2-1 atas Arsenal beberapa pekan silam. Jika bukan karena sejumlah penyelamatan yang dibuat kiper asal Spanyol itu, United boleh jadi bakal pulang dengan tangan hampa dari Emirates Stadium.
Rabu (3/12/2014) dinihari WIB, De Gea kembali tampil oke kala United menjamu Stoke City. Beberapa penyelamatan yang dilakukannya menjelang babak kedua berakhir membuat keunggulan 2-1 milik United tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain De Gea, ada beberapa nama lain yang juga patut mendapatkan perhatian. Juan Mata kembali mencetak gol, yang mana jadi gol keduanya dalam empat laga terakhir. Sementara, Ander Herrera menyumbang satu assist, membuatnya menorehkan dua assist dan satu operan kunci dalam dua laga terakhir.
Satu nama lain yang juga tidak lepas dari perhatian adalah Fellaini. Perhatian yang ditujukan kepada gelandang asal Belgia itu tak lepas dari fakta bahwa dia menjalani musim pertama yang begitu sulit di Old Trafford. Fellaini dianggap flop setelah didatangkan dengan harga 27,5 juta poundsterling dari Everton.
Jika di Everton dia kerap meneror lini belakang lawan dengan kekuatan fisik dan tinggi badannya, pada musim pertamanya di United Fellaini justru melempem. David Moyes kerap memasangnya sebagai gelandang bertahan, namun ini terbukti bukan posisi terbaik Fellaini. Pemain berambut kribo ini kerap terlalu lambat untuk menutup ruang.
Ketika Louis van Gaal mengambil alih jabatan manajer, Fellaini dikembalikan ke posisi dan role yang dia kenali: gelandang tengah yang biasa datang dari lini kedua untuk membantu serangan.
Sesekali, Fellaini memang turun untuk membantu pertahanan, namun ini bukan tugas utamanya. Ada pemain lain yang diembankan tugas tersebut. Kendati demikian, catatan Fellaini dalam bertahan cukup bagus. Dalam catatan WhoScored, rata-rata Fellaini melakukan 2,8 tekel sukses per laga, 1,1 intersepsi, dan 2,4 clearance.
Kebangkitan Fellaini bersama United musim ini bermula ketika dia masuk sebagai pemain pengganti pada laga melawan West Bromwich Albion dan menyumbang satu gol. Setelah laga melawan West Brom --atau dalam enam laga ke depan setelahnya-- Fellaini selalu jadi starter dan tampil 90 menit.
Oleh Van Gaal, Fellaini diubah dari kartu mati menjadi sebuah opsi. Ketika manajer asal Belanda itu menyadari bahwa bertarung di Premier League membutuhkan kekuatan fisik, Fellaini pun masuk dalam daftar pemain yang dibutuhkannya. Ketika United membutuhkan pemain untuk menyambut umpan-umpan lambung, Fellaini bisa dimainkan. Golnya ke gawang Stoke dinihari tadi menjadi buktinya.
Fellaini perlahan-lahan naik ketika bola sedang dimainkan di sisi kiri. Sesaat sebelum umpan dilepaskan oleh Herrera, Fellaini mempercepat larinya dan masuk ke dalam kotak penalti. Dia tiba di saat yang tepat ketika bola melengkung turun dan langsung menyambutnya dengan sundulan.
"Dalam urusan duel udara, dia mungkin salah satu yang terbaik di liga ini," ujar gelandang United, Juan Mata, di situs resmi klub.
"Dia bisa mencetak gol seperti yang dia lakukan hari ini, datang dari lini kedua. Dia amat penting buat kami dan kami turut senang untuknya karena awalnya dia mengalami masa-masa sulit di sini."
"Dia juga seorang profesional, seorang pria yang baik, dan saya turut senang untuknya," kata Mata.
Uniknya, Fellaini sempat dikabarkan akan "dibuang" pada awal musim ini. Napoli disebut-sebut amat tertarik dengannya dan berniat mendatangkannya dengan status pinjaman. Namun, sebelum kesepakatan klub terlaksana, Fellaini malah cedera. Imbasnya, dia malah tidak jadi pindah --dan kini malah punya kontribusi positif terhadap 'Setan Merah'.
(roz/krs)











































