Southampton Butuh Mentalitas Empat Besar

Southampton Butuh Mentalitas Empat Besar

- Sepakbola
Kamis, 04 Des 2014 00:54 WIB
Southampton Butuh Mentalitas Empat Besar
Getty Images/David Cannon
Southampton - Ada sesuatu yang dibutuhkan oleh Southampton agar mereka bisa memenuhi ambisinya finis di zona empat besar. The Saints butuh mentalitas tim penghuni empat besar plus tambahan amunisi baru.

Southampton layak disebut sebagai tim kejutan di Premier League musim ini. Sama sekali tak diunggulkan, mereka bisa bertahan di posisi ketiga klasemen hingga pekan ke-13.

Yang lebih mengesankan, Southampton sebenarnya kehilangan banyak pemain pilar pada musim panas lalu. Klub yang bermarkas di St. Mary's Stadium itu ditinggal Rickie Lambert, Luke Shaw, Adam Lallana, Dejan Lovren, dan Calum Chambers. Akan tetapi, berkat racikan manajer Ronald Koeman, mereka malah tampil oke dengan wajah barunya.

Koeman khawatir timnya tak mampu bertahan di papan atas seiring berjalannya waktu. Dia menyadari bahwa timnya tak memiliki sesuatu yang ada di dalam tim-tim mapan, yaitu pengalaman dan mentalitas pemenang.

"Klub tidak memiliki pengalaman sepakbola empat besar seperti klub-klub lainnya. Inilah perbedaannya pada saat ini. Kami tidak punya mentalitas itu," tutur Koeman di Soccerway.

"Tapi, kami ingin memiliki itu. Klub ingin berada di posisi sekarang, semua orang menginginkannya," tambah Koeman.

"Tapi, itu sangat sulit karena kami punya jenis skuat yang berbeda. Kami memiliki pemain-pemain yang lebih muda dengan kemampuan yang bagus, tapi kurang berpengalaman," lanjutnya.

"Suatu hari kaki kami akan berada di atas pedal dan kami akan selalu menjadi penantang mereka. Tapi, jalannya masih panjang," ujar Koeman.

Southampton saat ini berada di bawah Chelsea dan Manchester City. Tapi, mereka di atas tim-tim besar seperti Manchester United, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Liverpool.

Agar timnya tetap kompetitif, Koeman berencana mendatangkan pemain baru pada bursa transfer Januari mendatang.

"Saya akan bicara dengan direksi klub tentang apa yang kami butuhkan dan apa yang ingin kami lakukan," ujar mantan pelatih Valencia dan Feyenoord ini.

"Ini adalah liga paling berat karena Anda bisa kalah melawan siapapun. Anda harus siap di tiap laga dan Anda tidak bisa main dalam kondisi 70 persen," tambahnya.

"Anda harus 100 persen dan itu sulit buat kami karena kami membutuhkan semua pemain. Semua pemain harus fit dan kami tidak punya sebanyak yang dimiliki tim-tim besar, dan itu sulit," kata dia.

(mfi/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads