Susahnya Melerai Fergie-Wenger

Susahnya Melerai Fergie-Wenger

- Sepakbola
Sabtu, 22 Jan 2005 04:55 WIB
Jakarta - Beginilah kalau dua orang yang sama-sama punya reputasi hebat berseteru. Saking sengitnya, pihak polisi merasa harus turun tangan untuk melerai Alex Ferguson dan Arsene Wenger.Sudah lama Fergie dan Wenger seperti anjing dengan kucing, yang cenderung ribut jika bertemu--untunglah Manchester United dan Arsenal tidak setiap bulan bertemu di lapangan. Dimulai dari duel mereka di Old Trafford pada 22 September 2003, rivalitas kedua tim elit Inggris itu belakangan jadi tidak sehat.Usai laga di Old Trafford musim ini, yang diwarnai dengan keributan di ruang ganti pemain, termasuk di dalamnya insiden pelemparan pizza oleh pemain Arsenal terhadap Fergie, perang kata-kata di antara kedua manajer kian seru.Akhir pekan lalu Fergie mempelopori babak baru dari perseteruan mereka lewat pernyataan-pernyataannya di harian The Independent. Ia masih saja membahas insiden Oktober silam dengan menyebut Wenger orang yang tidak tahu malu dan orang-orang The Gunners adalah pecundang sepanjang masa."Di ruang ganti ia mengkritik pemain-pemainku, menyebut mereka penipu. Aku lalu bilang padanya agar tidak mengganggu timku dan bersikap yang sopan. Dia lalu mendekatiku sambil mengangkat tangannya dan berkata 'kamu mau apa?'""Tidak minta maaf atas kelakuan para pemainnya kepada manajer lain sungguh tak habis pikir. Itu hal yang memalukan, tapi aku tidak berharap Wenger minta maaf, karena dia tipikalnya tidak seperti itu," semprot Fergie.Wenger tentu tak mau kalah. Meskipun semula berrniat takkan pernah lagi merespons setiap provokasi dari pria Skotlandia itu, tapi tak lama kemudian ia tak tahan juga untuk melontarkan serangan balik."Dia selalu mencari gara-gara, lalu menyuruh orang yang ia pancing untuk minta maaf," katanya kepada sebuah media Prancis. "Sebenarnya sejauh ini ia cukup hebat, tapi perkataannya itu membuatnya kehilangan kredibilitas."Fergie juga dinilai Wenger telah mencemarkan olahraga sepakbola dan oleh karenanya harus dikenakan sanksi. Hari Jumat (21/1/2005) kemarin Wenger mencoba mengenyahkan konfrontasinya dengan Fergie kendati masih dipancing-pancing oleh media massa. "Minggu ini kami menjalani minggu yang buruk karena dikalahkan Bolton." Ada hal lain yang mempengaruhinya? "Yang jelas bukan cerita tentang itu (komentar Ferguson)," jawab Wenger.Terlanjur tercetus, perang kata-kata mereka yang terakhir telah membuat risau banyak pihak. Umumnya mereka khawatir hal ini menjadi preseden buruk bagi fans kedua klub. Bisa saja suasana yang panas antarmanajer membuat suporter jadi lebih teragitasi dan agresif satu sama lain, sedangkan MU dan Arsenal akan bertemu lagi pada lanjutan Premiership di Highbury pda 1 Februari mendatang.Ketua kedua klub dikabarkan sudah berteleponan untuk menenangkan manajernya masing-masing. Asosiasi manajer dan pihak kepolisian juga telah menyuruh Fergie dan Wenger menghentikan pertikaian mereka."Jika rivalitas makin intens di antara perbedaan kedua tim, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kekacauan di kalangan penonton," demikian ditegaskan ketua polisi Barry Norman.Seruan berdamai juga dilontarkan gelandang Arsenal Robert Pires. Ia setuju polisi ikut turun tangan untuk mendinginkan suasana, karena bagaimanapun Fergie dan Wenger adalah figur pelatih yang hebat. "Menuruku Wenger dan Ferguson bisa mengakhiri perselisihan mereka melalui media massa. Jika mereka terus melakukannya, ini bisa saja merangsang suporter untuk berbuat serupa. Mereka mungkin berpikir, jika tensi di antara pelatih meninggi, maka mereka juga harus bertarung satu sama lain," tutur Pires. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads