Mourinho: Kalau Akademi Tak Menghasilkan Pemain Bagus Ditutup Saja

Mourinho: Kalau Akademi Tak Menghasilkan Pemain Bagus Ditutup Saja

- Sepakbola
Rabu, 10 Des 2014 15:25 WIB
Mourinho: Kalau Akademi Tak Menghasilkan Pemain Bagus Ditutup Saja
Paul Gilham/Getty Images
London - Hanya 24 jam setelah Manchester City membuka akademi sepakbolanya yang megah, Jose Mourinho muncul bersama pemain belia Chelsea di konferensi pers. "Kalau akademi tak menghasilkan pemain bagus, ditutup saja," cetus Mourinho.

Pemain muda yang diajak Mourinho ikut konferensi pers jelang laga dengan Sporting Lisbon adalah Ruben Loftus-Cheek. Baru berusia 18 tahun, dia merupakan pemain binaan The Blues dan sudah ada di klub tersebut sejak umurnya masih delapan tahun.

Loftus-Cheek sudah dipastikan akan bermain saat Chelsea menjalani laga yang tidak menentukan apa-apa lagi kontra Sporting Lisbon pada Kamis (11/12/2014) dinihari WIB nanti. Mourinho sudah mengonfirmasi kalau beberapa pilar memang akan diisitirahatkan seperti John Terry, Eden Hazard dan Willian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kembali ke Loftus-Cheek, Chelsea sudah sangat lama tidak menghasilkan pemain binaannya sendiri yang mampu menembus skuat utama. Pemain terakhir yang keluar dari akademi The Blues dan jadi pilar di skuat utama adalah John Terry. Padahal Chelsea punya akademi sepakbola yang tak kalah oke yang dibangun tahun 2005 lalu dengan dana 30 juta poundsterling dan biaya operasional 8 juta poundsterling setahun.

"Jika Anda tidak menghasilkan anak-anak dari akademi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menutup akademi itu. Jika anak-anak itu tidak cukup bagus, atau performanya tidak cukup bagus dan Anda tidak membawa anak-anak itu (ke tim utama), maka tutup saja dan pakai uangnya untuk membeli pemain," cetus Mourinho seperti dikutip dari Telegraph.

Aksi Mourinho memperkenalkan Loftus-Cheek ke hadapan puluhan kamera foto dan televisi dari seluruh penjuru Eropa terjadi hanya sehari setelah Manchester City meresmikan komplek akademi sepakbola super megahnya. Komplek akademi tersebut dibangun dengan biaya Rp 3,6 triliun dan diharapkan akan bisa mensuplai pemain untuk The Citizens dalam beberapa tahun mendatang.

"Anda harus membuktikan kalau akademinya sukses dan memang berharga. Itu hanya memungkinkan kalau manajer tim utama bertahan untuk jangka waktu yang panjang, di mana pada klub ini, dalam 10 tahun terakhir, merupakan hal yang mustahil. Sekarang saya ingin mencoba memformat Ruben dan Ruben lainnya terkait ide yang saya punya, untuk posisinya."

"Bayangkan kalau minggu depan ada manajer baru datang dengan ide yang berbeda. Produknya sama, produknya sudah memiliki nilai tambah, karena dengan produk yang kosong maka Anda akan memulai lagi dari awal," paparnya di Telegraph.





(din/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads