Sampai Kapan Bertahan Hanya Mengandalkan De Gea, 'Setan Merah'?

Sampai Kapan Bertahan Hanya Mengandalkan De Gea, 'Setan Merah'?

- Sepakbola
Selasa, 16 Des 2014 10:19 WIB
Sampai Kapan Bertahan Hanya Mengandalkan De Gea, Setan Merah?
Man United via Getty Images/Tom Purslow
Manchester -

Tampilnya David De Gea sebagai man of the match pada laga melawan Liverpool menunjukkan bahwa lini belakang mereka belum kokoh-kokoh amat. Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan seperti itu?

Usai pertandingan, Robin van Persie yang mencetak gol ketiga United dalam gol laga itu mengakui bahwa De Gea tampil luar biasa. Dia juga tersenyum ketika ditanya, apakah wajar ketika seorang penjaga gawang menjadi man of the match pada laga yang dimenangi timnya dengan skor 3-0.

Dari catatan statistik, kecemerlangan De Gea memang tidak bisa dibantah. Sembilan attempts on target yang dimiliki Liverpool pada laga tersebut semuanya mentah di tangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, dengan banyaknya tendangan Liverpool dilepaskan dari dalam kotak penalti United, sorotan layak diarahkan kepada barisan belakang. Bek-bek United kerap kerepotan menghadapi pemain-pemain cepat seperti Raheem Sterling ataupun umpan-umpan terobosan yang diarahkan ke ruang kosong di sekitar kotak penalti.

Hal tersebut tidak hanya terlihat pada laga melawan Liverpool, tetapi juga pada laga melawan Arsenal beberapa pekan silam, di mana The Gunners juga punya pemain-pemain cepat semacam Alexis Sanchez, Danny Welbeck, hingga Alex Oxlade-Chamberlain.

Selain itu penempatan posisi para bek United juga kerap tidak pas. Ambil contoh ketika Sterling dengan leluasa menyundul bola ketika tengah diapit dua orang pemain atau Mario Balotelli yang leluasa melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti ketika di sekelilingnya masih ada bek-bek. Tendangan Balotelli kemudian ditepis De Gea, membentur tiang, dan dihalau oleh pemain United lainnya.

"Kami memang mengontrol jalannya laga. Namun, jika saja Liverpool memaksimalkan salah satu peluang itu, segalanya bisa jadi lain," ujar gelandang United, Michael Carrick, di situs resmi klub.

United sendiri harus berurusan dengan cedera yang menimpa banyak beknya. Hal ini membuat Louis van Gaal harus terus mengotak-atik susunan beknya di tiap laga. Hampir tidak pernah ada susunan bek yang pasti dari satu laga ke laga lainnya.

Bahkan dalam beberapa laga terakhir, Van Gaal sempat memasang Carrick sebagai bek tengah dadakan, termasuk pada laga melawan Liverpool. Dengan tambahan fakta bahwa Ashley Young dan Antonio Valencia dimainkan sebagai wingback, jadilah United hanya bermain dengan dua bek murni pada laga melawan Liverpool, yakni Jonny Evans dan Phil Jones. Khusus buat Jones, akhir pekan kemarin adalah pertama kalinya dia bermain sejak Oktober.

Dalam analisis pertandingan yang digarap Pandit Football, formasi tiga bek yang dipasang Van Gaal pada laga tersebut membuat distribusi bola menjadi minim. Selain itu, kesalahan passing di area sendiri juga kerap menyulitkan United. Ini terlihat dari kesalahan Evans dalam memberi passing ke belakang yang mana langsung direbut buat Sterling. Beruntung buat Evans --dan juga United--, De Gea masih bisa menggagalkan peluang Sterling.

Van Gaal jelas punya pekerjaan rumah dan dia sendiri mengakuinya. "Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Jika sudah tidak ada yang perlu diperbaiki, barulah saya puas," kata manajer asal Belanda tersebut.

(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads