Terseok-seok hampir sepanjang paruh pertama musim, Liverpool mulai kembali ke jalur positif menjelang akhir tahun. Sang manajer, Brendan Rodgers, berharap paruh kedua situasinya jauh lebih baik.
Liverpool menjalani start yang berat musim ini. Bagaimana tidak, dalam 18 laga pertama saja mereka cuma menang tujuh kali sementara menelan sembilan kali kekalahan di seluruh ajang. Hasil yang jelas amat kontras dengan musim lalu, di mana mereka cuma kalah delapan kali di semua kompetisi.
Soal jebloknya performa anak asuh Rodgers, salah satu faktor yang bisa dibilang amat memengaruhi adalah hengkangnya Luis Suarez dan cedera berkepanjangan yang menimpa Daniel Sturridge. Keduanya adalah top skorer tim musim lalu, Suarez mencetak 31 gol dari total 37 laga sementara Sturridge 25 gol dari 33 pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lainnya adalah keroposnya lini belakang. Yang satu ini merupakan penyakit yang sudah menjangkit sejak musim lalu. Di Premier League yang lalu, mereka kebobolan 50 gol yang mana jadi catatan terburuk dari tim-tim lima besar. Dari keseluruhan kompetisi, mereka kebobolan 55 kali dari 43 kali bermain.
Untuk musim ini catatan belum membaik, The Anfield Gank sudah kemasukan 37 gol dalam 26 pertandingan semua ajang yang mereka jalani sejauh ini. Mendatangkan Dejan Lovren, Alberto Moreno, dan Javier Manquillo pada musim panas lalu belum cukup untuk memperkuat sektor pertahanan. Rodgers jelas masih punya PR besar.
Namun setidaknya kini tekanan untuk Liverpool dan manajer asal Irlandia utara tersebut sedikit mereda. Terlepas dari sejumlah masalah yang dihadapi, anak-anak Merseyside setidaknya mulai kembali ke jalur yang benar. Sementara di 18 laga pertama sudah menelan sembilan kekalahan, dalam delapan partai lainnya yang baru dijalani mereka baru kalah satu kali.
Memang dalam periode tersebut Liverpool juga cuma menang tiga kali, tapi setidaknya laju sudah mulai membaik. Statistik juga menunjukkan mereka masih perlu banyak perbaikan, di mana dalam delapan laga tersebut mereka mencetak 12 gol dan kebobolan 10 kali. Namun Rodgers kini mulai menatap periode yang lebih baik di paruh kedua musim.
Performa saat berimbang 2-2 melawan Arsenal di Anfield, Minggu (21/12/2014) malam WIB dianggap Rodgers cukup untuk menunjukkan bahwa timnya telah berkembang. Tengok saja perbandingan statistiknya: Liverpool unggul penguasaan bola 64%-36%, lebih baik dalam persentase umpan sukses 84% berbanding 71%, dan melepaskan total 27 tembakan dengan 10 tepat sasaran sementara Arsenal cuma tujuh upaya dan tiga yang on target.
"Saya pikir itu menunjukkan segalanya tentang karakter kami. Perlahan-lahan kami mulai kembali ke level yang kami ingin capai. Kami hanya mendapatkan satu kekalahan dalam delapan laga," kata Rodgers di situs resmi klub.
"Kita mulai melihat umpan-umpan, intensitas, dan paling penting bagi kami, pressing dalam permainan kami mulai kembali. Jelas ini menunjukkan kami tengah kembali mendekati level yang kami telah upayakan selama dua setengah tahun saya di sini," lanjutnya.
"Semoga ke depannya, laga pekan terakhir dan level performanya akan membawa kami kembali ke sesuatu yang telah kami capai sejak saya di sini. Di mana kami semakin tangguh di paruh kedua musim," demikian manajer 41 tahun ini.
Liverpool sendiri masih punya dua pertandingan di tahun ini, yakni tandang melawang Burnley dan menjamu Swansea City. Kemenangan atas dua tim ini jelas akan sangat diharapkan demi mendapatkan momentum bagus menuju 2015. Bisa Liverpool?
(raw/a2s)











































