'Setan Merah' Anggap Wajar Kritik di Media

'Setan Merah' Anggap Wajar Kritik di Media

- Sepakbola
Kamis, 22 Jan 2015 13:59 WIB
Setan Merah Anggap Wajar Kritik di Media
Getty Images Sport/VI-Images
Manchester - Manchester United disorot media karena sang manajer, Louis van Gaal, terus menggunakan formasi 3-5-2 yang terbukti kurang maksimal. Tapi kritikan ini dianggap wajar oleh penggawa 'Setan Merah'.

MU utamanya Van Gaal, tengah dikritik karena masih menggunakan formasi 3-5-2. Kritikan langsung diarahkan padanya oleh eks bek 'Setan Merah' Gary Neville yang saat ini berprofesi sebagai pengamat di Sky Sport.

Neville menilai dengan pola tiga bek tersebut, MU bermain sangat lamban dan terlalu lama menggulirkan bola. Akibatnya serangan mudah terbaca. Dia menyarankan agar formasi tersebut ditinggalkan dan kembali menggunakan 4-4-2 sebagai formasi dasar. Dengan formasi ini, MU dinilai tampil lebih cepat dan bisa melancarkan serangan-serangan langsung ke pertahanan lawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cuma Neville, sejumlah suporter pun menyuarakan hal yang sama kala MU menghadapi Queens Park Rangers akhir pekan lalu.

Tapi Van Gaal juga mendapatkan pembelaan. Gelandang MU, Daley Blind, menyebut tak ada yang salah dengan perubahan sistem bermain. Yang dibutuhkan tim sekarang hanyalah membiasakan diri.

Soal kritikan di media, Blind menyebutnya sebagai hal yang wajar. Dari pengalamannya yang lalu, hal sama juga menimpa tim nasional Belanda kala pertama kali mengubah pakem dari 4-3-3 jadi 3-5-2.

Der Oranje yang saat itu masih dilatih Van Gaal memang harus mengubah pola karena absennya Kevin Strootman yang memainkan peran penting. Sempat jadi bahan pembicaraan, pada prosesnya publik mengapresiasi perubahan tersebut karena Belanda menjalani turnamen cemerlang. Mereka mengalahkan juara bertahan Spanyol dengan telak 5-1 di fase grup dan finis sebagai peringkat tiga.

"Musim lalu di Belanda ada diskusi-diskusi di televisi soal formasi baru kami, tapi begitulah cara kerja TV. Selalu ada seseorang yang ingin mengatakan sesuatu soal para pelatih atau tim-tim. Kalau tidak, maka tidak ada yang hal menarik untuk dilihat," kata Blind di Guardian.

"Tapi kami percaya diri sebagai sebuah tim dan ketika kami mengalahkan Spanyol, seluruh negeri mendukung kami. Itu rasanya luar biasa, saya tidak pernah berpikir itu bakal terjadi. Tapi laga melawan Spanyol adalah laga yang menakjubkan," tambahnya.

Blind sendiri tak luput dari kritik. Sebagai gelandang, dia disebut terlalu gemar menahan bola dan mengoper ke kedua sisi atau ke belakang alih-alih langsung ke depan.

"Orang-orang di televisi bisa mengatakan semua yang mereka mau, saya bisa kok menerima sedikit kritikan. Saya sih merasa telah memainkan sejumlah laga bagus," sahut Blind.

"Kadang Anda bisa memainkan bola langsung ke depan, tapi kadang lebih bagus menjaga penguasaan dan membuat rekan setim terlihat lebih baik. Saya bisa membuat para pemain lain lebih penting daripada diri saya."

"Jika ada ruang di depan maka saya akan memainkan bola langsung. Tapi jika tidak Anda bisa menggulirkan bola dari sisi ke sisi dan mencari para pemain yang bisa melakukan aksi individu," sambungnya.

"Saya bukan tipe pemain seperti itu (beraksi individu). Saya suka menguasai dan menahan bola. Itu adalah soal menunggu momen yang tepat. Jika tidak ada ruang, Anda harus menahan bola dan menunggu celah terbuka," demikian dia.

(raw/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads