Saat menjamu MU pada paruh pertama Premier League, Leicester mampu menang dengan cara yang sensasional. Dua kali tertinggal, mereka akhirnya bisa memetik kemenangan dengan skor akhir 5-3.
Jose Ulloa --mencetak dua gol, David Nugent, Esteban Cambiasso, dan Jamie Vardy, menjadi penetu kemenangan Leicester saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, Leicester menelan 11 kali kekalahan dan dua kali hasil imbang. Mereka baru kembali menang saat sukses menaklukkan Newcastle United pada laga awal tahun 2015.
Menjelang pertandingan melawan MU di Old Trafford, Sabtu (31/1) akhir pekan ini, Leicester tak mau menjadikan kemenangan saat berlaga di King Power Stadium sebagai rujukan. Manajer Leicester Nigel Pearson pun meminta tim besutannya hanya fokus melakoni laga.
"Kami sudah mencoba melupakan kemenangan itu. Itu sungguh luar biasa, tapi sampai kami mengalahkan Hull (City), itu merupakan terakhir kalinya kami memetik kemenangan."
"Saya pikir, hal paling baik buat kami adalah untuk bisa terus berkonsentrasi ada apa yang kami lakukan saat ini. Saya tak tahu apakah itu berpengaruh pada semua hal. Itu jelas menjadi bahan pertanyaan."
"Saya tak banyak meluangkan waktu untuk melihat pada sudut pandang itu. Laga di kandang kami merupakan hasil yang sangat bagus untuk kami, kami bermain sangat bagus di babak kedua dan mencetak gol di saat-saat vital," imbuhnya.
(cas/din)











































