Setelah 7,5 tahun bermukim di Old Trafford, usai kepindahannya senilai 26 juta poundsterling dari Porto, Anderson memutuskan untuk pulang kampung untuk gabung bersama Internacional.
Meski punya empat titel Premier League dan satu trofi Liga Champions, boleh dibilang karier Anderson bersama MU tidaklah cemerlang. Padahal sebagai salah satu pesepakbola muda saat itu, Anderson disebut-sebut bakal muncul sebagai pemain top.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat jadi pilihan utama di empat musim pertamanya, performa Anderson cenderung menurun yang utamanya disebabkan karena cedera yang silih berganti menimpanya.
Seperti dilansir Transfermarkt, ada tujuh kali Anderson cedera selama memperkuat MU, dengan paling banyak mendera lututnya, dan memaksanya absen total 69 pertandingan.
"Aku bermain selama delapan tahun di Manchester. Aku ingin berterima kasih kepada klub. Di empat tahun pertamaku aku memenangi semua trofi - Liga Champions, Premier League, dan Piala Dunia Antarklub. Aku lalu mendapat cedera lutut dan terlalu cepat bermain lagi. Aku bermain tapi kondisi lututku tidak mendukung dan aku pun kembali cedera," tutur Anderson di Guardian.
"Apakah Anda berpikir aku tidak fit? Pemain selalu akan dikritik. Aku sering cedera dulu, tapi aku kini lebih sehat dan akan menjawab lewat performa di lapangan," sambungnya.
"Kehormatan bagiku bermain di klub seperti Internacional. Aku ingin merasa bahagia di sini seperti di klub-klub sebelumnya. Aku kembali ke Porto Alegre karena Inter menginginkanku. Presiden sangat memperhatikanku. Aku memang berlatih di United tapi tidak pernah bermain," demikian pemain 26 tahun itu.
(mrp/din)










































