Laju oke Liverpool sejauh ini tak lepas dari tangguhnya lini pertahanan mereka. Keputusan Brendan Rodgers mengubah formasi menjadi 3-4-3 dengan Lucas Leiva dan Jordan Henderson berperan banyak dalam melindungi tiga bek di depan Simon Mignolet.
Salah satu bek yang bersinar dalam formasi tersebut adalah Emre Can. Pemain Jerman keturunan Turki mulai menyemen tempatnya di starting eleven Liverpool setelah sempat kesulitan di awal musim karena rentetan cedera betis dan engkel.
Sejak menggantikan posisi Kolo Toure sebagai personil lini belakang Liverpool saat menghadapi Burnley di Boxing Day, Can selalu jadi starter di 10 laga beruntun dengan torehan enam kemenangan serta tiga imbang. Hanya satu kekalahan diderita, itu pun dari Chelsea dengan skor 0-1 lewat babak extra time di leg kedua semifinal Piala Liga Inggris.
Gawang Mignolet yang tadinya mudah kebobolan, hanya kemasukan tujuh gol dalam rangkaian laga itu dan kini kiper Belgia itu jadi pemilik clean sheet terbanyak di Premier League, yakni delapan kali.
Dalam rangkaian laga itu, Can tak jarang harus bertemu berbagai jenis striker lawan, mulai dari yang mengandalkan kecepatan hingga yang mengandalkan kekuatan fisik.
Ada nama-nama seperti Christian Benteke, Diego Costa, dan terakhir Andy Carroll yang berhasil diredam oleh Can. Tak satupun gol dibuat oleh ketiga striker yang mengandalkan kekuatan fisik, bahkan Carroll harus menuntaskan laga dengan kondisi cedera.
Kini satu lagi ujian bakal datang untuk Can di akhir pekan ini saat melawat ke Goodison Park. Sebab Everton punya sosok striker besar dan kuat dalam diri Lukaku, yang sudah bikin empat gol dari lima pertemuan terakhir dengan Liverpool di Premier League.
Meski berposisi asli sebagai gelandang, Can fasih memainkan peran sebagai bek tengah. Catatan bertahannya adalah dia melepaskan 1,7 tekel sukses per laga, 1 intersep, dan 3,2 clearance per laga.
"Emre akan mampu mengatasi tantangan yang ada," ujar Rodgers di Liverpool Echo.
"Dia sangat tenang dan mampu menguasai bola dengan baik. Kami selalu coba menanamkan kepercayaan diri tinggi kepada para pemain muda, sehingga mereka bisa mengatasi demam panggung di laga besar dan juga soal temperamen mereka," sambung Rodgers menyoal usia Can yang baru genap 20 tahun.
"Dia sangat rileks dan fokus, tapi dia juga bisa bermain agresif. Dia bisa menghadapi seluruh tipe pemain. Kita lihat saat dia melawna Benteke, dia sangat kuat ketika dibutuhkan untuk itu."
"Sama juga saat melawan Andy Carroll. Dia masih beradaptasi dengan permainan fisik dari liga ini, tapi dia punya pemuda yang besar dan kokoh, yang bisa mengatasi itu semua," demikian Rodgers.
(mrp/rin)










































