Kedatangan Pochettino di Soton sempat dipandang sebelah mata oleh suporter. Manajer kelahiran 27 Maret 1971 itu belum punya pengalaman panjang menangani tim. Sudah begitu dia tak bisa berbahasa Inggris sehingga harus didampingi penerjemah.
Tapi Pochettino bikin ledakan di awal bergabung dengan The Saints pada musim dingin 2013. Dia membuat Soton bisa mengalahkan Liverpool, Chelsea dan Manchester City di paruh musim kedua musim 2012/2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini dia direkrut Spurs. Tangan dingin dia masih bertuah. Posisi Spurs memang naik turun sepanjang musim ini, sempat di peringkat ketiga dan puncak klasemen pada dua pekan pertama, kini Spurs turut meramaikan perebutan tempat keempat. Spurs memulai tahun 2015 dengan oke. Mereka menggebuk Chelsea dan Arsenal.
Beberapa pemain muda juga naik daun. Yang paling disorot adalah Harry Kane. Banyak yang meminta agar Kane dipanggil ke dalam skuat The Three Lions.
Apresiasi pun diberikan gelandang tim Nabil Bantaleb. Dia menilai strategi sang manajer membuat mental dan penampilan dia terdongkrak.
"Dia mampu membuat saya punya sebuah keyakinan. Ketika saya tak mendapatkan tempat di tim utama, maka saya akan mencoba semaksimal mungkin untuk bisa kembali ke sana," kata Bentaleb seperti dikutip Mirror.
"Dia mampu mendongkrak fokus dan bisa membuat saya meminimalisir kehilangan bola saat tampil dalam sebuah pertandingan. Meningkatkan kemampuan saya di depan, juga saat harus bertahan. Di setiap latihan, dia menunjukkan bagaimana saya harus memotong, bukan cuma saya tapi kami, semua anggota tim. Dia mendampingi kami satu demi satu dan menunjukkan mana yang salah dan mana yang benar," beber pemain 20 tahun itu.
(fem/din)











































