Jelang Arsenal vs MU
Tali Kekang Ada di Tangan Poll
Selasa, 01 Feb 2005 14:20 WIB
Jakarta - Ikut tegang menunggu "perang" Arsenal versus Manchester United? Wajar. Tapi ada harapan pertandingan tidak "brutal" karena tali kekang akan berada di tangan Graham Poll.Yup, Poll terpilih sebagai wasit buat laga penuh emosi di Highbury, Selasa (1/2/2005) tengah malam ini. Penunjukan wasit terbaik Inggris itu barangkali bisa mengontrol semua pemain yang turun, plus kedua manajer yang terus berseteru, bahwa pada akhirnya ini hanya permainan belaka.Poll sama-sama sedikit kurang disenangi Arsenal dan MU, meskipun ia pernah dikeluhkan Chelsea gara-gara membiarkan Thierry Henry melakukan free kick dengan cepat, ketika Petr Cech belum siap, sehingga The Gunners berhasil memaksakan hasil 2-2 pada 12 Desember lalu.Fergie sempat dibikin gusar oleh Poll sewaktu Red Devils menjamu Manchester City awal November silam. Setelah skor imbang 0-0 pelatih asal Skotlandia itu mengutuk keputusan Poll yang tidak memberi timnya hadiah penalti dua kali. "Faktanya, dia memang tak pernah memberi kami penalti. Tahun lalu juga begitu, waktu Ryan Giggs ditekel Sol Campbell di Highbury. Sebelumnya, melawan Chelsea, Paul Scholes juga dibegitukan," semprot Fergie.Well, Poll memang bukan Mike Riley yang punya "tradisi" memberi MU tendangan penalti, termasuk pada pertemuan pertama kedua tim di Old Trafford bulan Oktober lalu, di mana kemenangan tuan rumah bermula dari eksekusi Ruud van Nistelrooy dari titik 11 meter.Bagaimana hubungan Poll-Arsenal? Sedikit mirip, meskipun trauma Arsenal mungkin tak sebesar MU. Tapi wasit Piala Dunia 2002 itu memang pernah bikin marah seisi Highbury pada Desember 2001. Selain memberi Newcastle United satu penalti, Poll juga mengusir Ray Parlour dan Arsenal keok 1-3. Usai pertandingan Henry tak kuasa untuk tidak memulai percekcokan dengan wasit berusia 41 tahun itu.Lalu, apa yang sudah disiapkan Poll untuk mengendalikan partai panas ini? Di tengah lapangan ia tentu lebih tahu apa yang mesti dikerjakan. Di luar lapangan? Inilah yang menarik dari seorang Poll."Jika ada masalah selama pertandingan, maka di kemudian hari saya akan menghubungi manajer untuk mendiskusikannya. Ini kebiasaan saya. Terkadang saya mesti menerima bahwa si manajer benar, dan saya akan meneleponnya. Tapi tidak untuk mengubah pikirannya tapi memintanya mencoba dan melihat dari sudut pandangku kalaupun salah. Hubungan (dengan manajer) lebih baik ketimbang semata-mata mengikuti dugaan orang-orang."Selamat bekerja, Ref! (a2s/)











































