Sejak terakhir kali masuk sebagai pengganti di laga Boxing Day kontra Burnley, Can tak pernah lagi tak tampil penuh. Tujuh laga dilalui sebagai starter dan tak tergantikan.
Sepanjang periode itu pula Liverpool tak pernah kalah, memetik lima kemenangan dan dua hasil imbang. Bermain sebagai bek paling kanan dalam pola tiga bek yang diterapkan Brendan Rodgers, Can menunjukkan ketenangan dan kemampuannya mematahkan serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia masih muda dan sedang mempelajari permainannya. Tapi di tahun-tahun yang akan datang, saya yakin dia akan berkembang jadi seorang pemimpin," kata Pascoe di situs resmi klub.
"Dia adalah seorang pemimpin di lapangan dan sudah tampil fantastis sejauh ini dengan caranya bermain. Pada saat ini, mungkin dia tidak memikirkan soal hal-hal semacam itu pada dirinya. Dia adalah seorang pemain yang hebat," tambahnya.
Tak cuma tampil baik sebagai bek, dalam beberapa kesempatan dia digeser ke posisi gelandang di tengah permainan dan tetap tampil apik. Dibuktikan dengan sebuah assist cantik kala Liverpool menang 2-1 atas Bolton Wanderers di babak keempat Piala FA.
Pemuda 21 tahun itu memang dikenal fleksibel, bisa bermain sebagai bek tengah, bek sayap, maupun gelandang tengah. Pascoe menilai sejauh ini penampilannya telah membuktikan kualitas yang dimiliki.
"Ketika kami mengamatinya untuk dibawa ke Liverpool, dia bisa bermain di posisi bek tengah. Kesempatan datang untuknya, untuk masuk ke tim dalam pola tiga bek yang mana dia tampil fantastis," sambung Pascoe.
"Dia menunjukkan kemampuan pada kesempatan lain ketika bermain di lini tengah yang merupakan posisinya. Dia ingin bermain di san tapi dia juga selalu berkata akan bermain di posisi manapun untuk Liverpool."
"Dia adalah aset bagus, seorang sosok hebat, dan pemain yang bagus. Dia tumbuh dengan kemampuannya dan bekerja keras, menunggu kesempatannya. Dan dia telah menggenggam kesempatan itu dengan kedua tangannya," demikian dia.
(raw/mrp)











































