Sebelum pertandingan tersebut City harus mengakui keunggulan Barcelona di partai Liga Champions pada tengah pekan. City kalah 1-2 ketika menjamu Barca.
Saat itu strategi Pellegrini dalam formasi 4-4-2 menuai kritikan--membuat Pellegrini pada prosesnya melontarkan pembelaan. Dengan dua penyerang, Pellegrini dinilai membuat lini tengahnya jadi kurang solid. Apalagi pemain teknik macam David Silva dan Samir Nasri, yang dipasang di sektor kanan dan kiri luar, juga kurang oke dalam bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Pablo Zabaleta dan Vincent Kompany kembali mengisi lini bertahan, dengan ditemani Eliaquim Mangala dan Aleksandar Kolarov yang menggantikan Martin Demichelis dan Gael Clichy pada tengah pekan.
Sebagaimana ketika menghadapi Barca, City kembali kalah dengan skor 1-2. Dalam kapasitasnya sebagai pengamat dan komentator, Jamie Carragher, yang juga mantan pemain Liverpool lantas dengan tajam menyoroti keputusan Pellegrini memasang 4-4-2 lagi.
"Menggunakan sistem itu (4-4-2) di partai-partai besar merupakan hal naif. Sungguh memalukan untuk seorang manajer dengan kemampuan sepertinya menghadapi pertandingan lawan Barcelona untuk tahun kedua beruntun dan kemudian ke Anfield seperti ini," sergah Carragher.
"Ada sesuatu yang tidak pas mengenai City dan harus ada perubahan saat musim berakhir," imbuhnya seperti dilansir Daily Mail.
(krs/raw)











































