Rodgers Sempat Khawatir Dirinya Bakal Dipecat

Rodgers Sempat Khawatir Dirinya Bakal Dipecat

- Sepakbola
Rabu, 04 Mar 2015 10:54 WIB
Rodgers Sempat Khawatir Dirinya Bakal Dipecat
AFP/OLI SCARFF
Liverpool - Sebelum Liverpool seperti saat ini, mereka sempat terseok-seok di awal musim. Brendan Rodgers pun jujur mengaku bahwa dirinya sempat khawatir posisinya sebagai manajer bakal terencam.

Bermodalkan penampilan oke musim lalu di mana duduk di posisi runner-up, Liverpool menatap musim ini dengan kepercayaan diri tinggi. Apalagi mereka juga memperkuat skuat dengan mendatangkan banyak pemain baru.

Tapi kehilangan Luis Suarez dan cederanya Daniel Sturridge membuat segalanya berjalan tidak baik. The Reds terus menerus menuai hasil buruk di liga yang membuat posisi mereka terlempat keluar 10 besar.

Sementara di Liga Champions, dengan penampilan yang pas-pasan akhirnya mereka harus terhenti di fase grup. Ditambah lagi para pemain baru belum sekalipun nyetel dan membuat keputusan klub membeli sederet pemain itu dipertanyakan.

Rodgers tentu jadi pihak yang paling bertanggung jawab atas penampilan tim, yang membuat masa depannya dispekulasikan. Disebut Liverpool sudah mempersiapkan calon pengganti pria asal Irlandia Utara.

"Apa yang saya pelajari adalah tidak peduli bagaimana dukungan yang Anda dapat dari petinggi klub, direktur, eksekutif, Anda harus bisa meraih hasil bagus dan menang," ujar Rodgers seperti dikutip Soccerway.

"Saya harus segera membuat keputusan yang bisa membawa kami bangkit kembali dan dengan perubahan tim saat ini, di mana semua orang berbicara soal sistem permainan dan dinamisnya kami, rasanya itu enak dilihat. Saya harusnya melakukan itu sejak awal," sambungnya.

Titik balik Rodgers boleh dibilang adalah pasca kekalahan 1-3 dari Crystal Palace di mana dia dan skuat dikritik habis-habisan. Kemudian ia berani mencoba formasi baru 3-4-3, yang akhirnya membawa perubahan besar bagi perjalanan 'Si Merah' sejauh ini.

Kini Steven Gerrard dkk. jadi tim dengan perolehan poin terbanyak kedua di antara peserta lima liga top Eropa di tahun 2015. Mereka sudah mengumpulkan 27 poin dari 11 laga terakhirnya di Premier League, yang membuat jarak dengan posisi keempat hanya tinggal dua poin.

"Segalanya tidak berjalan dengan baik, kami punya tantangan besar, mungkin yang terbesar yang pernah saya hadapi sebagai pelatih atau manajer."

"Kami tidak punya identitas permainan dan semua bisa melihatnya. Kami tidak menjadi tim seperti yang sudah kami perlihatkan dalam dua tahun terakhir ini, terutama soal cara kami bermain."

"Saya tahu saya harus melakukan sesuatu yang radikal karena saya sudah cukup tahu bahwa para pemain tidak mampu tampil dalam bentuk terbaiknya, serta bermain seperti yang kami perlihatkan dalam beberapa tahun terakhir ini."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti itulah saya, seorang pelatih yang inovatif, dan saya harus menemukan cara untuk membuat kami bermain lebih baik," demikian dia.

(mrp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads