Sir Alex, yang melatih MU sejak 1986, pensiun pada tahun 2013 silam. Pria asal Skotlandia itu sukses menjadikan The Red Devils sebagai salah satu klub terbaik di dunia yang bergelimang trofi juara.
Posisi Sir Alex kemudian digantikan oleh David Moyes. Tapi, di bawah Moyes, MU babak belur dan tak mampu bersaing di Premier League. Posisi ketujuh di klasemen akhir musim lalu adalah cerminan kegagalan Moyes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Cole, kehilangan sosok sepenting Sir Alex memang tak mudah bagi MU. Proses transisi pun jadi tak mulus.
"Saya tak terkejut. Ketika Anda punya seorang manajer yang sudah bekerja selama 25 tahun, lalu situasi berubah, hal-hal baru datang, ide-ide yang berbeda. Orang-orang datang dengan ide yang berbeda. Itu sangat berat. Musim lalu sangat berat," ujar Cole dalam wawancara dengan beberapa media, termasuk detikSport, di Kuningan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
"Musim ini manajer baru lagi, ide-ide yang baru lagi. Situasi pun jadi berat lagi," tambah mantan penyerang MU itu.
Van Gaal banyak dikritik lantaran sering menerapkan formasi yang "tak biasa" di MU dan memasang beberapa pemain di luar posisi aslinya. Terkait Van Gaal, Cole juga punya penilaian sendiri.
"Sejujurnya saya tak terlalu mengenal dia. Dia punya rekor yang sangat baik bersama klub-klub sebelumnya. Dia juga bekerja sangat baik di Belanda," tutur Cole.
"Tapi, datang Premier League adalah sesuatu yang benar-benar berbeda. Karena di liga ini, tim mana pun bisa jadi apa saja. Dia akan menyadari betapa beratnya di Premier League," lanjut striker yang ikut memenangi treble bersama MU pada tahun 1999 ini.
"Kalau membandingkan dengan tim-tim Manchester United yang sebelumnya, Manchester United sebelumnya adalah tim yang sangat ofensif, ingin mencetak banyak gol, ingin menghukum semua tim. Saya pikir dia sudah menyadarinya sekarang. Kalau Manchester United sudah main seperti biasanya, saya pikir kami akan oke," katanya.
Β
MU sebenarnya telah merekrut banyak pemain pada musim panas lalu demi mengangkat prestasi mereka. Di antara pemain-pemain yang datang, Angel Di Maria dan Radamel Falcao adalah yang paling mencuri perhatian. Namun, sejauh ini Di Maria dan Falcao belum mampu memenuhi ekspektasi suporter MU.
"Di Maria awalnya sangat bagus, tapi kemudian kita tak tahu. Iklim, sepakbola yang berbeda. Dia mendapatinya sebagai sesuatu yang sangat berat. Sementara itu, Falcao, saya masih menganggapnya sebagai nomor 9 terbaik di dunia. Saya masih menilainya sebagai pemain yang sangat bagus. Ini bukan cuma berat untuknya, tapi untuk semua orang yang berada di klub," ujar Cole.
"Ini adalah transisi yang berat untuk siapa pun yang berada di klub pada musim ini," katanya.
(mfi/nds)











































