Dalam beberapa pertandingan, Kompany gagal menampilkan performa terbaiknya. Di laga melawan Leicester City beberapa pekan lalu, dia harus rela hanya duduk di bangku cadangan menyusul kekalahan dari Barcelona dan Liverpool.
City sendiri sedang menjalani musim yang sulit. Setelah gagal di kompetisi di luar liga, The Citizens juga kesulitan menjaga jarak dengan Chelsea di premier League. Pasukan Manuel Pellegrini itu kini tertinggal enam poin dari The Blues yang ada di puncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bukan apa-apa. Saya bukan satu-satunya pemain di skuat City ini yang melalui hal seperti itu," ujar Kompany seperti dikutip Mirror.
"Itu tidak mengganggu saya. Saya menertawakannya karena itu bisa diprediksi," lanjut bek internasional Belgia itu.
"Jika kami memenangi 10 pertandingan berikutnya, saya tiba-tiba jadi bek tercepat dan terbaik lagi. Itu mudah. Saya sudah bermain cukup lama untuk memahami itu," katanya.
Performa City di musim ini memang disorot karena beberapa kali kalah dari tim-tim yang tak lebih diunggulkan di kompetisi domestik. Kompany pun mengakui kalau City masih harus meningkatkan level permainannya.
"Jika kami tidak kalah dari tim seperti Middlesbrough dan Burnley, tidak ada masalah. Memenangi pertandingan-pertandingan itu dan kami semua pahlawan. Kalah dan akan ada kritik. Sederhana," lanjut Kompany.
"Jika kami tidak memenangi trofi, Anda tidak memperkirakan akan melihat wajah-wajah bahagia. Kami gagal sebagai tim."
"Tidak perlu malu kalah dari Barcelona. Mereka lebih kuat daripada musim lalu. Kami harus bekerja untuk sampai ke level itu suatu hari. Itulah target kami," katanya menegaskan.
(nds/mfi)











































