Ketika musim lalu bersaing dengan Manchester City di jalur juara, ketajaman lini depan jadi kekuatan utama Liverpool di mana mereka bikin total 101 gol dari 38 laga. Luis Suarez dan Daniel Sturridge jadi duet menakutkan dengan sumbangan 52 gol dari keduanya.
Musim ini laju Liverpool tidak begitu bagus khususnya sepeninggal Suarez dan cedera panjang yang dialami Sturridge, membuat mereka sempat tercecer jauh dari persaingan di papan atas, sebelum kembali bangkit sejak pergantian tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengok saja dari jumlah laga yang sama, ada total 84 gol dibuat Liverpool musim lalu dengan hanya 45 gol mampu dibuat musim ini, paling sedikit di antara tim penghuni posisi lima besar. Para pemainnya pun tidak ada yang mencetak lebih dari enam gol sejauh ini.
Di dua laga terakhir, saat melawan Manchester United dan Arsenal, terlihat Liverpool sangat sulit untuk bikin gol dengan hanya membuat total tiga tembakan tepat sasaran.
Rodgers tentu tahu hal initak boleh berlanjut di sisa tujuh pertandingan mengingat mereka masih punya misi untuk finis empat besar, sekaligus memenangi Piala FA.
"Kami masih mencari solusi untuk masalah di lini depan kami. Ketika semuanya fit dan bisa dimainkan, maka skuat ini bisa bersaing tapi topskorer kami hanya bikin enam gol. Tiga pemain punya enam gol," ujar Rodgers di Mirror.
"Itulah kenyataan yang harus kami terima saat ini, dan kami harus mencari solusinya," lanjutnya.
"Ini soal mencari skema yang cocok untuk para pemain. Kami punya beberapa pemain saat ini dan ketika kami mengubah sistem, maka itu agar cocok dengan mereka. Kami selalu mencari cara untuk mengatasinya,"
"Saya pikir dalam hal menciptakan peluang di gawang lawan, kami harus lebih baik lagi," demikian Rodgers.
(mrp/raw)











































