City takluk 1-2 kala bertandang ke Selhurst Park, Selasa (7/4/2015) dinihari WIB tadi. Kekalahan ini jadi pukulan telak untuk anak asuh Manuel Pellegrini dalam upayanya memburu Chelsea di puncak klasemen. Hasil yang bisa jadi menandai gugurnya harapan mempertahankan gelar juara Premier League.
Kekalahan di markas Palace itu turut menandai laju inkonsisten City selepas pergantian tahun. Sejak menginjak 2015, ada 12 laga yang dilewati City dan hanya lima kemenangan yang dipetik. Tiga laga lain berakhir imbang sementara empat sisanya kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu sosok yang sangat memengaruhi laju City ini tak lain adalah Aguero. Sebagaimana laju timnya yang timpang antara paruh pertama dan kedua, begitu pula grafik permainan penyerang internasional Argentina tersebut.
Aguero tampil impresif sepanjang paruh pertama atau sebelum pergantian tahun. Tampil di 15 pertandingan liga, dia mencetak total 14 gol plus empat assist. Catatan itu bahkan sempat membawanya ke papan atas daftar pencetak gol terbanyak di Premier League.
Namun penampilan cemerlang Aguero harus dihentikan oleh cedera ligamen medio Desember. Pemain 26 tahun itu harus absen hingga awal Januari. Cedera inilah yang pada prosesnya membuat Aguero kehilangan ketajaman dan tampak 'lenyap'.
Setelah pulih, Aguero total sudah melakoni 11 pertandingan liga termasuk melawan Palace dinihari tadi. Hasilnya? Cuma tiga gol yang dibuat, ditambah tiga assist. Aguero tak bertaji, City ikut melempem. Sebagaimana diketahui, City cuma mendapatkan empat kemenangan dalam periode tersebut.
Jika dilihat lebih jauh, City tak pernah kalah jika Aguero mencetak gol. Catatannya: City hanya dua kali gagal menang (imbang) dari total 11 pertandingan di mana Aguero menjebol gawang lawan. Maka tak mengherankan jika City ikut susah menang saat Aguero susah mencetak gol di 11 laga terakhir.
Sejatinya tak akan jadi masalah bagi City andai punya penyerang lain yang bisa menggantikan Aguero saat menurun ketajamannya. Tapi kenyataannya, mereka tak punya sosok tersebut. Tengok saja daftar pencetak gol dalam 11 laga terakhir di mana Aguero 'menghilang'.
Dari total 22 gol yang diciptakan, cuma tujuh yang diciptakan penyerang asli. Tiga di antaranya diciptakan Aguero sedang empat sisanya dibagi antara Edin Dzeko (2 gol), Stevan Jovetic (1 gol), dan Wilfried Bony (1 gol). Ini jadi bukti nyata bahwa City memang punya ketergantungan tinggi terhadap Aguero.
Praktis dalam 11 partai terakhir, gelandang-gelandang City turut memikul beban mencetak gol. David Silva misalnya, sudah membukukan lima gol di rentang waktu tersebut. Sementara James Milner (3 gol), Yaya Toure (2 gol), dan Samir Nasri (2 gol) turut memberikan kontribusi.
Kekalahan dari Palace membuat City kini bisa jadi menggeser fokus. Bukan lagi memburu Chelsea di puncak klasemen dan gelar juara, tapi bagaimana caranya merebut tiket langsung ke Liga Champions yang artinya finis di posisi dua atau tiga.
Mengoleksi nilai 61 dari 31 pekan di tangga keempat, mereka sementara cuma tertinggal dua angka dari Arsenal di tangga kedua dan satu poin dari Manchester United di urutan tiga. Respons City jelas ditunggu mengingat hanya tujuh laga lagi yang tersisa, sembari menanti bagaimana caranya Pellegrini mengatasi problem ketergantungan terhadap Aguero.
Di saat bersamaan, Aguero boleh jadi tengah berusaha memberi 'jawaban' kepada City dan para penggemar yang tengah mencari-carinya.
(raw/nds)











































