Tim-tim yang sedang memburu gelar juara Premier League mungkin harus lebih hati-hati jika melawat ke markas Crystal Palace, Selhurst Park. Di sana, asa untuk meraih titel bisa menipis--atau bahkan menguap.
Tanyakan saja hal itu pada Liverpool. Musim lalu, harapan mereka untuk menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam 24 tahun pupus di Selhurst Park.
Titel juara Premier League musim lalu yang dimenangi Manchester City memang baru dipastikan di pekan ke-38 atau pekan terakhir. Namun hasil di Selhurst Park sepekan sebelumnya menipiskan harapan Liverpool untuk jadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pekan ke-37, Liverpool melawat ke kandang Palace. Segalanya berjalan mulus untuk tim tamu yang unggul 3-0 sampai pertandingan berjalan lebih dari satu jam.
Namun petaka hadir untuk Liverpool di menit-menit akhir pertandingan. Dimulai di menit ke-79, Palace perlahan bangkit. Gol demi gol dilesakkan oleh tim tuan rumah hingga memaksakan skor menjadi imbang 3-3.

Usai pertandingan, kekecewaan tampak jelas di wajah para penggawa The Reds. Luis Suarez yang di pertandingan tersebut mencetak satu gol sampai menutupi wajahnya dan harus dihibur oleh Steven Gerrard. Mereka mungkin menyadari kalau impian untuk jadi juara sudah pupus.
Dua hari berselang, City yang baru memainkan pertandingannya merespons hasil tersebut dengan sempurna. City menang 4-0 atas Aston Villa untuk merebut puncak klasemen dari tangan Liverpool. Sergio Aguero dkk. bisa mempertahankannya sampai musim selesai dan jadi juara.
Musim ini, Selhurst Park kembali menjadi mimpi buruk untuk tim yang sedang mengejar gelar Premier League. Kali ini giliran City yang menjadi korban.
City melawat ke Selhurst Park di pekan ke-31 Premier League, Selasa (7/4/2015) dinihari WIB, dengan misi untuk menjaga jarak dengan Chelsea sekaligus memelihara asa untuk mempertahankan gelar juara. Tapi justru hasil buruk yang didapat tim tamu.
City tertinggal dua gol setelah Glenn Murray dan Jason Puncheon menjebol gawang Joe Hart masing-masing di menit ke-34 dan 48. Satu gol dari Yaya Toure di menit ke-78 tak mampu menyelamatkan City dari kekalahan 1-2.
Hasil ini membuat City gagal menjaga jarak dengan Chelsea yang memimpin klasemen. Tim arahan Manuel Pellegrini itu kini punya 61 poin dan tertinggal sembilan angka dari The Blues yang masih punya satu laga tunda.
Kekalahan dari Palace tak cuma menpiskan harapan City untuk jadi juara/ Hasil itu kini juga menyeret City ke perebutan posisi di empat besar. City bahkan saat ini anjlok ke peringkat keempat, berada di belakang Arsenal (63 poin) dan Manchester United (61 poin).
Tertinggal sembilan poin dengan tujuh pertandingan tersisa memang belum sepenuhnya menutup peluang juara City. Namun melihat performa City yang inkonsisten akhir-akhir ini ditambah dengan penampilan rival yang sedang oke membuat misi Sergio Aguero dkk. untuk jadi juara menjadi sangat berat jika tidak ingin dibilang mustahil.
"Kami tidak mau membicarakan titel juara, kami hanya ingin berusaha memenangi laga-laga selanjutnya," kata Pellegrini usai pertandingan melawan Palace.
"Tiap Anda kehilangan poin, itu menjadi pukulan telak. Pada akhir musim, poin-poin yang hilang itu bisa merugikan Anda."
"Tujuh laga ke depan bakal menjadi laga-laga penting. Biasanya, sebuah tim juara hanya unggul satu atau dua poin atas tim di bawah mereka. Jadi, kami harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Masih ada 21 poin yang bisa diraih," ujarnya.
(nds/din)











































