Seiring berjalannya waktu, Jose Mourinho merasa semakin baik menjadi seorang manajer. Banyak hal diperhatikannya, termasuk bagaimana mempersiapkan diri menjelang pertandingan.
Mourino baru-baru ini memberikan kesempatan wawancara terhadap media Inggris, Telegraph. Dalam wawancara tersebut, The Special One membicarakan banyak hal, termasuk bagaimana hidup dari seorang manajer di sebuah klub besar.
"Manajer bukanlah orang yang paling penting di dalam klub. Saya selalu bilang, yang paling penting dari sebuah klub adalah suporternya, lalu pemiliknya, dan yang ketiga pemainnya, baru kemudian manajer."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini adalah musim kedua, dari babak kedua, Mourinho di Chelsea. Ada beberapa hal tidak berubah. Pria asal Portugal itu mengaku, dirinya selalu datang ke tempat latihan lebih awal dan mengunci dirinya di dalam ruang kerjanya selama dua jam.
"Saya membutuhkan waktu untuk sendirian."
"Tidak ada satu pun yang membuat saya takut atau khawatir. Rasanya, tidak akan ada hal baru yang akan mengejutkan saya. Saya amat stabil dalam mengontrol emosi, tapi saya butuh waktu untuk berpikir."
"Saya tidak akan terjaga di malam hari karena mengkhawatirkan cedera seorang pemain atau memikirkan taktik untuk suatu laga. Saya butuh berpikir, saya butuh waktu untuk mengantisipasi masalah. Saya butuh waktu sendirian," kata Mourinho.
Mourinho memang tidak selamanya tenang-tenang saja. Musim ini, Chelsea yang dipimpinnya sudah tersingkir di dua ajang: Piala FA dan Liga Champions. Ketika tersingkir dari Piala FA, Mourinho sempat menunjukkan kegusarannya.
Kala itu, Chelsea yang disingkirkan Bradford City tampil dengan sejumlah pemain lapis kedua. Kekalahan tersebut memberikan Mourinho rasa pusing lantaran kedalaman skuatnya tidaklah cukup bagus.
Kini, setelah beberapa bulan lewat, Mourinho bisa sedikit tersenyum. Kegagalan di dua ajang tersebut setidaknya bisa tertutupi dengan fakta bahwa Chelsea telah memenangi satu trofi musim ini, yakni trofi Piala Liga. Trofi tersebut juga menjadi trofi pertamanya sejak kembali ke Chelsea pada awal musim kemarin.
Selanjutnya, tinggal trofi Premier League yang diincar. Jika sukses, trofi Premier League musim ini akan menjadi trofi Premier League ketiganya bersama The Blues atau trofi liga kedelapan semasa karier melatihnya di berbagai negara, termasuk Portugal, Italia, dan Spanyol.
"Saya pikir, saya punya masalah, yakni saya semakin bagus sebagai manajer sejak saya memulai karier ini."
"Ada banyak evolusi terjadi di beberapa area, mulai dari bagaimana saya membaca pertandingan, bagaimana persiapan saya sebelum pertandingan, bagaimana saya melatih, dan juga metodologi yang saya pegang."
"Saya semakin baik dan semakin baik."
"Tapi, ada satu yang tak bisa saya ubah: ketika saya berhadapan dengan media, saya selalu berterus terang," kata Mourinho.
(roz/krs)











































