Dari musim ke musim, Tottenham Hotspur selalu berambisi untuk masuk zona empat besar. Namun, hasil yang mereka raih seringkali tidak sejalan dengan ambisi itu.
Spurs terakhir kali finis di urutan empat pada musim 2011/2012. Namun, lantaran Chelsea tampil sebagai juara Liga Champions musim tersebut --dan The Blues finis di luar empat besar-- jatah untuk bermain di Liga Champions musim berikutnya diberikan kepada Chelsea, bukan Spurs.
Partisipasi Spurs di Liga Champions lebih lama lagi, yakni pada musim 2010/2011. Ketika itu, mereka sukses melaju sampai babak perempatfinal. Namun, lantaran finis di posisi kelima di Premier League, mereka gagal bermain di Liga Champions pada musim berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sudah banyak uang dikeluarkan untuk membeli pemain. Terhitung sejak musim kemarin, Spurs sudah membelanjakan uang sebesar 132 juta poundsterling untuk membeli pemain.
"Mereka membeli dan menjual banyak pemain, tapi masih saja duduk di urutan keenam. Mereka tidak membuat kemajuan," ujar eks penyerang Arsenal yang kini jadi pundit Sky Sports, Thierry Henry.
"Saya pikir, mereka patut diacungi jempol ketika memainkan sejumlah pemain muda --(Ryan) Mason, (Nabil) Bentaleb, (Harry) Kane-- tapi pada satu titik, mereka harus membuat gebrakan."
"Mereka tidak bisa selamanya cuma duduk di posisi lima atau enam klasemen."
"Mereka punya fasilitas tempat latihan yang luar biasa, semuanya sudah tersedia untuk membuat kemajuan itu. Tapi, mereka tidak bisa melakukannya," kata Henry.
Minggu (3/5) malam WIB, Spurs menelan kekalahan 0-1 ketika menjamu Manchester City di White Hart Lane. Kekalahan tersebut diyakini membuat usaha mereka masuk empat besar kian sulit.
(roz/roz)










































