Bulan Oktober tahun 2013 lalu, Gutierrez terdeteksi terjangkit penyakit kanker. Dia pun kemudian pulang ke Argentina untuk menjalani operasi demi menyembuhkan penyakit tersebut.
Setelah menjalani operasi, Gutierrez kembali ke Newcastle. Tapi karena waktu bermainnya terbatas, dia kemudian dipinjamkan ke Norwich City di paruh kedua musim lalu. Di sana, Gutierrez sempat tampil empat kali.
Selepas musim lalu usai, Gutierrez menjalani serangkaian kemoterapi yang membuat rambut panjangnya perlahan rontok. Dia absen sejak awal musim ini dan baru kembali ke daftar skuat ketika Newcastle menghadapi Aston Villa pada 28 Februari. Tapi di laga itu dia sama sekali tidak dimainkan.
Baru di laga melawan Manchester United pada 4 Maret lalu, Gutierrez kembali merumput dalam seragam Newcastle. Pemain berusia 31 tahun itu masuk di menit ke-65 menggantikan Ryan Taylor.
Sejak saat itu, Gutierrez mulai rutin bermain lagi untuk Newcastle, baik sebagai starter maupun pemain pengganti. Sampai pertandingan terakhir di Premier League melawan West Ham United, Minggu (24/5/2015) malam WIB, Gutierrez tampil 10 kali.
Pertandingan melawan West Ham pun menjadi laga spesial. Setelah melewati 10 pertandingan tanpa kemenangan, itu adalah laga penentuan bagi nasib Newcastle: degradasi atau bertahan di Premier League.
Dalam pertandingan di St. James' Park itu, Newcastle membuka asa untuk tetap bertahan di Premier League setelah Moussa Sissoko mencetak gol di menit ke-54. Kemenangan Newcastle akhirnya baru benar-benar dipastikan lima menit jelang pertandingan usai.
Adalah Gutierrez yang tampil sebagai pahlawan. Dia mencetak gol lewat sebuah tembakan dari luar kotak penalti. Newcastle pun menang 2-0, naik ke peringkat 15 dengan 39 poin, dan selamat dari jeratan degradasi.
Usai mencetak gol, Gutierrez langsung berlari merayakan golnya sambil melepas kausnya. Setelah berhenti di depan bangku cadangan Newcastle, dia langsung dikerubuti oleh rekan-rekan setimnya. Sang pelatih John Carver juga ikut memeluknya.
Tak berlebihan rasanya jika Gutierrez amat emosional dalam merayakan golnya. Sebab dia baru saja menyelamatkan The Magpies dari jeratan degradasi. Tapi bagi Gutierrez, maknanya lebih dari itu.
"Sejujurnya saya saat itu tidak tahu apakah saya akan bisa bermain sepakbola lagi. Sekarang saya di sini, saya kembali, dan saya menikmati bermain sepakbola," ujar Gutierrez usai pertandingan seperti dikutip Mirror.
"Saya sudah diberi kesempatan kedua dalam hidup saya, saya bangga menjadi seorang Geordie (sebutan untuk orang yang berasal dari daerah Tyneside) dan luar biasa bisa menang di sini. Orang-orang Newcastle luar biasa kepada saya, dan juga tim. Sejujurnya mereka tidak pantas ada di situasi ini, kami harus melihat ke depan," lanjutnya.
Carver yang ditunjuk untuk menggantikan Alan Pardew juga tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Bagi Carver, Gutierrez telah menuliskan sendiri cerita dongennya.
"Saya duduk bersama Jonas pekan ini dan bilang kepadanya: 'Kamu bisa saja menulis dongengmu sendiri'. Kami bicara soal bagaimana dia sudah menjadi pemain top, pergi, terkena penyakit, kembali, dan masuk ke dalam tim," ujar Carver dengan mata berkaca-kaca.
"Ketika dia mencetak gol emosinya luar biasa. Itu berarti lebih dari semua masalah dalam beberapa bulan terakhir."
Kontrak Gutierrez bersama Newcastle akan berakhir pada bulan Juli mendatang. Dia tak otomatis mendapat perpanjangan kontrak karena jumlah pertandingan di mana dia tampil sebagai starter tak mencukupi untuk mengaktifkan klausul tersebut.
Tapi bagaimanapun, Gutierrez telah menutup kisahnya dengan manis.
(Novitasari Dewi Salusi/Andi Abdullah Sururi)











































