Wenger mulai menukangi Arsenal pada Agustus 1996 silam. Artinya tahun depan dia akan menggenapkan masa kepemimpinannya di 'Meriam London' menjadi 20 tahun atau dua dekade.
Bukan perjalanan yang mulus untuk Wenger. Dia kerap mendapatkan kritik karena terakhir kali mempersembahkan gelar juara Premier League pada 2003-2004 silam dan belum lagi bisa meraihnya sampai saat ini.
Apalagi Arsenal sempat puasa gelar sembilan tahun lamanya. Sebelum musim lalu meraih gelar Piala FA, The Gunners terakhir kali menjuarai kompetisi pada tahun 2005 di mana saat itu juga merengkuh gelar yang sama.
Tak sedikit yang menyebut Wenger sudah mentok. Tapi Per Mertesacker, bek tengah Arsenal, tak sepakat dengan anggapan tersebut. Dia menilai manajernya tersebut masih selalu berusaha mengembangkan diri dan pendekatannya terhadap tim.
"Rasanya dia seperti tidak terpaku pada metode lamanya. Dia mengubah sejumlah hal dengan mendatangkan para pemain baru dan mengubah sikapnya," kata Mertesacker kepada Kicker dikutip London Evening Standard.
"Dia mengubah susunan staf pelatihnya, merekrut sejumlah orang-orang muda yang baru. Analisis video telah berubah. Di musim panas lalu, Shad Forsythe datang dari tim nasional Jerman sebagai pelatih kebugaran baru."
"Itu adalah contoh-contoh yang membuktikan bahwa dia terbuka terhadap hal-hal baru dan menerima masukan. Salah satu kekuatannya yang tidak pernah hilang di tahun-tahun perjalanannya adalah karismanya. Dia adalah pusat ketenangan dari ini semua, itulah yang selalu dibawanya ke mana-mana," imbuh bek asal Jerman ini.
Arsenal finis di posisi tiga musim ini, di belakang Chelsea dan Manchester City. Sebagaimana perjalanannya sepanjang 19 tahun yang tak mulus, musim ini pun demikian untuk Wenger.
Dia disorot tajam saat Arsenal menelan empat kekalahan dalam rangkaian sembilan pertandingan liga dari awal Oktober sampai awal Desember. Tapi laju apik di 14 pertandingan terakhir di mana mereka hanya menelan satu kekalahan dan memenangi 10 laga lainnya mengantarkan mereka di posisi akhir saat ini.
Bagi Mertesacker, itu adalah sebuah jawaban atas kritik yang sebelumnya dilontarkan kepada Wenger dan tim.
"Saya telah menyaksikannya beberapa kali bahwa ada pertanyaan-pertanyaan soal manajer di publik. Itu cukup normal di sebuah klub yang mengejar titel liga," katanya.
"Tapi kami merespons dengan baik lewat sejumlah hasil. Dengan melakukan itu, tidak cuma tim tapi juga pelatih berada di posisi yang jauh lebih baik," demikian pemain 30 tahun itu.
(Rifqi Ardita Widianto/Mohammad Resha Pratama)











































