Raheem Sterling telah meninggalkan Liverpool ke Manchester City dengan nilai transfer 49 juta poundsterling. Besaran angka ini mendapatkan sorotan karena Sterling diyakini belum cukup teruji.
Sterling resmi menjadi pemain City setelah klub besutan Manuel Pellegrini itu membayar 49 juta pounds ke Liverpool. Kesepakatan ini disebut sebagai sebuah keuntungan besar untuk 'Si Merah' karena nilainya yang masif.
Sebaliknya bagi City, jumlah itu dianggap kurang masuk akal. Eks penyerang Liverpool Stan Collymore menilai Sterling belum cukup terbukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Collymore juga percaya kini Sterling memikul beban yang lebih besar, mengingat nilai transfernya sangat besar.
"Dari perspektif Liverpool, mereka mendapatkan kesepakatan yang fantastis dari situasi Raheem Sterling. 50 juta pounds untuk seorang pemain yang tampil sangat buruk di tiga bulan terakhir musim kemarin," tulis Collymore dalam kolomnya di Boyle Sports, seperti dilansir Soccerway.
"Dia masih sangat tidak terbukti, dia cuma satu kali membantu timnya ke Liga Champions. Dia mencetak empat gol yang memenangkan laga untuk LFC musim kemarin. Mereka tercipta saat melawan Bournemouth, Burnley, Newcastle (United), dan Spurs (Tottenham Hotspur)."
"Mengingat hanya Spurs yang jadi rival di klasemen liga, gol kemenangan melawan tim-tim lainnya itu tidak bikin Anda membuat seorang pemain berharga 50 juta pounds!"
"Setelah finis dengan buruk di musim lalu, akan menarik apakah Sterling bisa mengubah performanya dengan mudah seperti dengan tombol on dan off. Dia akan berada di bawah tekanan besar di Man City," tambahnya.
(raw/rin)











































