Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mempunyai satu pemain buruan utama di bursa transfer musim panas ini. Bukan gelandang Juventus, Paul Pogba, tapi bek muda Everton, John Stones.
Untuk mendatangkan Stones, Chelsea dikabarkan sudah menawarkan uang senilai 20 juta poundsterling. Tapi, tawaran The Blues itu sudah ditolak oleh Everton.
Mourinho mengatakan bahwa Chelsea akan terus mengejar Stones. Dia bilang bahwa tawaran 'Si Biru' akan terus dinaikkan, sampai batas akhir bursa transfer pada 31 Agustus mendatang, atau Everton memberikan label 'not for sale' untuk si pemain. Mengapa The Special One begitu ingin mendapatkan Stone?
Jawabannya bisa dilihat pada laga pertama Chelsea saat melakoni tur pramusim di Amerika Serikat. Tim asal London barat itu menelan kekalahan 2-4 saat berduel melawan New York Red Bulls di Red Bull Arena, New York, Kamis (23/7/2015) pagi WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soccernet mencatat bahwa tujuh dari 10 percobaan New York Red Bulls di sepanjang pertandingan dilakukan di babak kedua. Empat di antaranya berbuah gol.
Pada gol pertama ke gawang yang dikawal oleh Asmir Begovic, Terry terlihat terlalu pelan memberikan backpass, hingga bisa diserobot oleh Franklin Castellanos.
Di gol kedua, posisi berdekatan antara Terry dan Zouma meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan Chelsea. Mereka gagal mengantisipasi umpan silang dari Castellanos, hingga memudahkan Tyler Adams menyundul bola masuk ke gawang yang dikawal Begovic.
Terry yang sudah bertambah tua bisa dibilang sudah mulai kehilangan kecepatannya. Gol keempat New York Red Bulls yang dikemas oleh Sean Davis bisa jadi membuktikannya. Bek 34 tahun itu kurang cepat menutup ruang Davis yang mendapatkan bola sapuan kurang sempurna Ramires. Gol keempat pun bersarang di gawang Chelsea.
Chelsea memang menjadi tim dengan rekor kebobolan paling sedikit di Liga Inggris musim lalu, dengan catatan 32 gol dari 38 laga. Tapi, kekalahan melawan New York Red Bull ini membuktikan bahwa lini belakang mereka butuh pembenahan.
Mourinho melihat potensi untuk memperkuat lini belakang pada diri Stones. Bek timnas Inggris U-21 itu mampu menunjukkan diri tampil oke bersama Everton musim lalu.
Stones bermain sebanyak 23 kali bersama Everton di Liga Inggris musim lalu. Dia menyumbangkan sebanyak satu gol.
Dalam semua laga bersama Everton itu, Stones selalu menjadi starter. Ketika Stones mengawal jantung pertahanan, The Toffees tercatat tujuh kali mencatatkan clean sheet.
Whoscored mencatat bahwa Stones melakukan rata-rata 1,4 tekel per pertandingan, 1,5 intersep per pertandingan, 0,3 pelanggaran per pertandingan, dan juga 1,1 blok per pertandingan.
Soal catatan disiplin, Stones mempunyai rekor yang cukup bagus. Dalam 23 pertandingan, cuma sekali mendapatkan kartu kuning.
Catatan statistik Stones itu ternyata lebih oke dibandingkan Terry. Kapten Chelsea itu mencatatkan 1,1 tekel per pertandingan, 0,9 intersep per pertandingan, 0,3 pelanggaran per pertandingan, dan 0,8 kali blok per pertandingan.
Dengan catatan statistik Stone yang oke bersama Everton musim lalu, tak heran jika Mourinho mau memburunya sampai saat-saat akhir. Bek muda itu diprediksi oleh media Inggris, Mirror, akan dilepas dengan harga 32 juta poundsterling.
Andai transfer itu terwujud, nominal itu akan menjadi rekor baru pembelian bek Inggris termahal. Rekor itu saat ini dipegang oleh Luke Shaw yang dibeli Manchester United dari Southampton dengan baderol 30 juta poundsterling di musim lalu. (cas/rin)











































